oleh

Hanya Karena Kurang Anggaran Satpol PP Seakan Tutup Mata Perihal Para PKL Kawasan Kahatex Yang Melanggar Estetika

Bandung, Kicaunews.com – Sebelum naik nya pemberitaan perihal kabid trantibgakkum polpp provinsi jabar menghadiri rapat OPD Polpp Se-Jabar di daerah kuningan 26-28 februari 2019 lalu, team Kicau Group disertai beberapa rekan media online ternama sempat menemui kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar dr. Kamarul Bahri M. Pd  dikantornya dengan berbekal berita perihal oknum pkl yang dengan sengaja menyimpan meja-meja tempat mereka berjualan di median jln didepan kawasan PT. Kahatex Rancaekek atau tepatnya RMJ (Ruas Milik Jalan) jalur Provinsi.

Akan tetapi para pkl yang saat ini berjualan didepan PT. Kahatex yang sementara atas kebijakan dan hasil musyawarah unsur muspika kecamatan jatinangor diijinkan diatas saluran air depan PT. Kahatex yang pihak pengelolanya dibawah pengawasan Polpp Kec Jatinangor hingga kini masih belum ditindak lanjuti.

Dalam pemberitaan awal perihal oknum para PKL tersebut bahwa team media pun mewawancarai kasie Polpp kec jatinangor Yuli Handaka, yang waktu itu sempat menjanjikan sebelum diambil tindakan akan diberikan peringatan dengan cara memanggil pihak pengelolanya yg menjadi mitra dari Polpp Kec. Jatinangor.

Yuli Handaka pun sempat menambahkan jika sudah diberikan peringatan masih seperti itu maka akan di tindak, sampai berita lanjutannya team media sampai kan ke kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar pun tidak ada tindakan dari apa yg sudah dijanjikan oleh kasie Polpp Kec. Jatinangor.

Bahkan ketika team 86 bersama bbrpa rekan media menyampaikan pemberitaan perihal oknum para PKL tersebut ke kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar, yang sempat megeluarkan statement bahkan sudah menjadi isi dalam pemberitaan tentang tanggapan dari Polpp provinsi jabar akan kondisi kawasan PT. Kahatex tersebut.

Bahwa menurut dr. Kamarul Bahri selain dirinya akan memanggil kasat kasat Polpp dua kabupaten yang dekat dengan kawasan PT. Kahatex guna membicarakan hal tersebut dan secepatnya agar diawali dengan pengiriman surat peringatan kepada para oknum PKL atau setidaknya kepada pihak pengelola PKL dan jika masih tidak di gubris akan dilakukan tindakan penertiban, juga tentang kenapa Polpp lambat untuk dalam soal penanganan itu dikarenakan karena minimnya dana anggaran yang ada dalam tubuh Polpp. Terangnya

Baca juga :  Giat Sambang Himbau 3M Warga Binaan

Janji tinggalah janji hingga kini belum terlihat direalisasikan, terbukti dengan di setiap team media melewati lokasi tersebut pemandangan serupa masih seperti itu dan seakan dibiarkan.

Bahkan baik pemberitaan awal atau pemberitaan tentang tanggapan dari kabid trantibgakkum Polpp provinsi jabar pun sudah terkirim ke link-link mitra partner media seperti ke Wagub jabar contohnya, kondisi ini tetap saja dibiarkan.

Kalau mengingat soal statement dari semua pihak yang kami wawancarai yaitu ketika sudah menyangkut soal “urusan perut” team gabungan media yang memberitakan tentang unsur kesengajaan para oknum PKL, tidak mempermasalahkan perihal tentang adanya para PKL yang berjualan dikawasan PT. Kahatex, akan tetapi tentang unsur kesengajaan para oknum PKL yang sudah melanggar/merusak  estetika ketika dengan sengaja menyimpan barang-barang alat mereka berjualan ditempat umum yang merusak keindahan dan itu seakan tidak tersentuh bahkan seakan diindahkan.

Lalu apakah dengan minimnya anggaran ditubuh Polpp provinsi jabar seakan memberatkan langkah nya untuk melakukan penanganan kondisi tsb?.

Tidak menutup kemungkinan juga dikawasan tersebut sering melintas para pejabat atau petugas yang berkompeten dibidang penanganan kondisi dan seakan menutup mata dan saling mengandalkan?.

Bukankah Gubernur Jawa Barat sangat mencintai keindahan dan kebersihan? .Lalu apakah kondisi ini akan dibiarkan begitu saja?.

Lalu selain Polpp yang berkompeten dibidang penanganan, kemana pula dinas-dinas yang mengurusi RMJ (Ruas Milik Jalan) yang seharusnya juga ikut peduli dengan kondisi yang sudah krodit? Toh tidak hanya soal meja-meja para PKL yang sengaja disimpan di median jalan akan tetapi permasalahan banyak nya tumpukan-tumpukan sampah di berbagai titik median jalan jalur RMJ Provinsi.

Team tidak akan pernah berhenti memberitakan sebelum ada tindakan atau penanganan dari berbagai pihak.

Baca juga :  Sambang Rutin Kapolsek Pakisjaya Kepada Tokoh Masyarakat

Kontributor Kicau Group Asep

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru