oleh

MUKISI Gelar IHEX 2019 Mengusung Keberkahan Rumah Sakit Syariah di Era Kebangkitan

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Perkembangan halal life style saat ini menjadi indikator kuatnya kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa yang halal, tak terkecuali pada bidang halal Healthcare.

Salah satunya kebutuhan akan rumah sakit syariah menjadi perhatian penting apalagi Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim terbesar di dunia. Hal ini menjadi salah satu prioritas agenda dakwah bagi Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) yang menaruh perhatian pada pembelaan umat melalui upaya kesehatan.

Bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional (DSN)  Majelis Ulama Indonesia (MUI), MUKISI bakal menggelar konferensi dan pameran untuk yang ke 2 International Islamic Healthcare Conference And Expo (IHEX)  pada 21 -23 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan Tema “Keberkahan (Abundance) Rumah Sakit Syariah di Era Kebangkitan.

Ketua MUKISI dr. Masyhudi AM, M. Kes dalam. Konferensi persnya di Restoran Raja Sunda, Kota Bekasi , Selasa (27 /2/2019) malam menuturkan dalam gelaran IHEX bulan depan nanti akan mempertemukan semua kalangan mulai dari praktisi, akademisi, peneliti, pebisnis, serta semua stakeholder terkait yang bertujuan untuk mendesiminasikan, mendiskusikan dan mengenalkan produk dan jasa halal di bidang Halal Healthcare di Indonesia.

“Tujuannya juga sebagai upaya konsolidasi dan kolaborasi potensi ummat. Harapannya peserta IHEX 2019 diikuti 1000 lebih peserta dari seluruh nusantara,” ucapnya.

Rumah sakit bersertifikat syariah saat ini akan menjadi trend di Indonesia bahkan tidak hanya soal pelayanan kesehatan yang sesuai syariah tetapi pengelolaan menejemen RSnya juga bersyariah. Perkembangan RS bersertifikat Syariah ini baru satu – satunya di dunia hanya ada di Indonesia bahkan di negara Islam sendiri kata Masyhudi belum ada RS yang bersertifikasi syariah.

Baca juga :  Antisipasi Peyebaran Covid 19, Mako Polsek Bojongloa Kidul Polrestabes Bandung, Penyemprotan Disinfektan

RS bersyariah justru menguntungkan masyarakat Indonesia, kata Ketua MUKISI karena manfaatnya jauh lebih besar dan menjadi pilihan umat muslim dalam mendapatkan perlindungan pelayanan kesehatan dan tindakan medis yang tetap terjaga dan terlindungi aurat pasien terutama bagi pasien muslim, yang lebih penting dan menariknya adalah lanjut Masyhudi.

“RS bersyariah memberikan jaminan pelayanan bimbingan bagi pasien saat dalam kondisi genting dan sakratul maut secara Islami. Sehingga dalam kondisi tersebut pihak RS bisa memberikan bimbingan doa agar Insya Allah pasien meninggal dalam kondisi Husnul Khotimah,” ungkapnya.

Untuk jumlah RS yang sudah bersertifikat syariah ada sekitar 18 RS yang tersebar di Indonesia dan ke depannya target MUKISI semua RS di Indonesia baik swasta maupun negeri sudah bersertifikat syariah.

“Rumah sakit yang bersertifikat syariah melalui 173 elemen penilaian dan 13 point standarisasi semua terawasi oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Sekarang sudah ada 18 RS yang telah bersertifikat dan terverifikasi aesuai syariah dan banyak juga RS yang dalam proses penilai,” beber dr. Masyhudi.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia IHEX 2019 yang juga Sekjen MUKISI, dr. Burhanuddin H. D., MARS, mengatakan dalam acara IHEX 2019 di JCC pada 21 -23 Maret nanti, panitia akan mengangkat isu diferensiasi pelayanan kesehatan Islam yakni tentang RS syariah dan kolaborasi potensi umat yang dikemas dalam sembilan agenda program.

“Kesembilan program tersebut adalah seminar International RS Syariah, Workshop RS Syariah, Pameran Islamic Healthcare dan Halal Products, Pertemuan Tahunan IIMA (Indonesia Islamic Medical Association), Rapat Kerja Nasional MUKISI, Free Paper, MUKISI Award, Tabligh Akbar dan Malam Ukhuwah,” pungkas Burhanuddin. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru