oleh

Peringatan Hari Peduli Sampah ( HPSN ) 2019 Kota Tangerang Selatan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Hari Peduli Sampah Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2005 tepat setelah terjadinya tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari. Adanya insiden tersebut menjadi pemicu untuk dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional. Adanya hari peringatan ini juga menjadi pemicu supaya Indonesia dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.

Hari Peduli Sampah Nasional dapat dirayakan dengan cara melakukan aksi nyata bersama seperti melakukan kegiatan kerja bakti, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Dengan adanya Hari Peduli Sampah Nasional, diharapkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sampah semakin meningkat.

Dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di Kota Tangerang Selatan kali ini di laksanakan di Amphitheater Gelanggang Seni dan Budaya Taman Kota 2 kelurahan Setu, kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, minggu (24/02/2019).

Hadir Dalam Kegiatan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany, Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Faizol Izzudin Karimi, Kadis Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Drs H Toto Sudarto, Perwakilan Indah Kiat Bank Jabar, Bank BNI,Sinarmas Land, Pegadaian dan Universitas Prasetya Mulya  Camat Se-Tangerang Selatan, Pegiat Bank Sampah Se-Kota Tangerang Selatan.

Penyerahan hadiah lomba pidato

Walikota Tangerang selatan  mengatakan, dengan memperingati hari peduli sampah ini, diharapkan masyarakat diingatkan kembali apa yang sudah dilakukan selama ini untuk mengurangi sampah, untuk mengggunakan sampah dan untuk memanfaatkan sampah sehingga kedepan jauh lebih baik lagi.

Penyerahan simbolis sedekah sampah

Dalam penanganan mengurangi sampah, pemerintah Kota Tangerang selatan sudah membentuk 215 bank sampah dan akan memaksimalkan kurang lebih 400 TPS 3R, karena masih ada beberapa TPS yang belum maksimal. “Mari kita bangkitkan lagi TPS 3R yang belum maksimal sehingga dapat mengurangi sampah masuk ke TPA Cipecang,” kata Airin Rachmi Diany.

Baca juga :  Kapolres Tangsel Menghadiri Acara Bukber Serta Pembagian Sembako di Kediaman Budi Akun

Airin menyampaikan, kedepan TPA Cipecang akan maksimal dan ditargetkan punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) dan mudah-mudahan menjadi yang pertama di Indonesia.

Saat ini pihaknya sedang berjalan paralel dengan konsep Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan untuk dana bukan dari APBD tapi investasi langsung dari siapapun yang mengelolah sampah dan akan dilelang sekira bulan April,tambahnya

“Selamat hari peduli sampah nasional tahun 2019, mudah mudahan sampah tuntas, bisa diselesaikan dengan berkolaborasi kita bersama, terimaksih atas kebaikan dan usaha bapak ibu yang telah membantu kami Pemerintah Kota Tangsel,” tukas Airin

Sementara itu ditempat yang sama Kadis Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Toto Sudarto mengatakan Maksud tujuan dari kegiatan ini dalam rangka mewujudkan suatu sistem pengelolaan sampah yang baik dan benar, dengan konsep TPS 3R sebagai penunjang pelaksanaan dan penangan sampah,serta  untuk meningkatkan kepedulian tanggung jawab dalam mengelolah sampah dengan berwawasan lingkungan yang tepat guna, serta memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

Toto menyampaikan, dalam kegiatan ini, selain talkshow pihaknya juga bekerjasama dengan komunitas-komunitas Bank Sampah, dimana mereka mempraktikan kepada masyarakat tangsel hasil lokakarya rumah minim sampah yang telah berhasil dijalankan dan mampu mengurangi sampah sampai 93,8 persen di Kota Tangsel.

Adapun kegiatan yang mengurangi sampah itu yang digelar mulai Jum,at (22/2/2019) kemarin, yakni lokakarya membuat media tanam dengan sisa organik oleh Komunitas Bersinar, lokakarya membuat ecobrick oleh Komunitas Wortel, lokakarya strategi membuat acara Minim Sampah oleh Komunitas Gerimis, lokakarya bercocok tanam oleh Komunitas Andrawina, lokakarya membuat penataan hidangan dengan besek oleh Komunitas Pinus Berseri, lokakarya membuat tas dari kaos bekas oleh Komunitas Alpukat, simulasi strategi 3 pintu minim sampah oleh Komunitas Rosela, lokakarya membuat tissue beeswax oleh Komunitas Riverpark dan lokakarya membuat komposter ala rumahan oleh Komunitas Moge.

Baca juga :  Jadi Sarana Edukasi di Tangsel, Center Of Quranic Civilization di Luncurkan

“Rangkaian kegiatan ini dimulai dari jauh-jauh hari, dimulai dengan bimtek bank sampah, kemudian melakukan kegiatan lokakarya dimasing-masing kecamatan, bersedekah dibank sampah, dan alhamdulilah telah memberikan sedekah sampahnya sebanyak 21,18 ton, kalau diuangkan sebanyak Rp.35.158.000 dan akan didonasi kepada saudara kita yang terkena bencana di Banten,” Terang Toto.

Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini yaitu terlaksananya sinergi antara pemerintah, swsta, masyarakat dalam penanganan dan pengelolahan sampah. “Untuk itu, mari mulai hari ini, bagi warga Tangsel untuk bisa memilah sampah dimulai dari rumah,” tutupnya.

Tris

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru