oleh

Satpomau Lanud Halim Gelar Operasi Gaktib Gabungan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Halim Perdanakusuma menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) Gabungan dengan sandi “Waspada Wira Elang-19” Tahap I TA 2019 di Jalan Raya Taman Mini, Rabu (20/2/2019).

Operasi mulai di gelar pukul 09.00 WIB – 10.00 WIB, melibatkan 56 personel dari Satpomau Lanud Halim Perdanakusuma, Puspomau, Denma Mabesau, Makoopsau I, Gartap I/Jakarta, Pomdan Jaya, POM Lantamal, Satwilantas Jakarta Timur, Dinas Perhubungan (Dishub), dan personel pendukung lainnya.

Komandan Satpomau Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Pom Andi Sultan Ilyas menjelaskan, “Operasi Gaktib Gabungan merupakan program rutin dari Satpomau Lanud Halim Perdanakusuma, bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggran disiplin prajurit TNI di jalan raya”.

“Dengan operasi ini, kami berharap prajurit TNI dapat mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, dengan melengkapi identitas diri, surat-surat kendaraan, SIM, dan kelengkapan kendaraan, serta penggunaan atribut TNI tidak sesuai ketentuan”, tambahnya.

“Pada operasi ini, kami juga melibatkan rekan-rekan dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan sesuai dengan kewenangan masing-masing, karena dalam operasi, juga akan diberlakukan bagi warga sipil yang melintas di Jalan Raya Taman Mini”, lanjutnya

“Apabila ada pelanggaran, akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku”, pungkasnya.

Sementara ditempat Operasi Gaktib, Kapten Pom Rizqi Sevta Evriano selaku Komandan Tim Operasi Gaktib Gabungan, yang sehari-hari menjabat Kasi Gaktib Satpomau Lanud Halim Perdanakusuma menuturkan, “Dalam kegiatan gaktib ini, personel gabungan memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, berikut kelengkapan identitas diri berupa KTA, SIM dan surat menyurat lainnya bila keluar satuan, termasuk penggunaan atribut TNI”.

“Dari operasi yang dilakukan, terdapat tiga pelanggaran dari Prajurit TNI, pelanggaran berupa tidak adanya surat-surat kendaraan dan SIM, ketiganya kita koordinasikan dengan satuan terkait untuk dilaksanakan proses hukum lebih lanjut”, tambahnya.

Baca juga :  Tak Sengaja Senggol Kabel Listrik, Kuli Bangunan Tewas Mengenaskan

“Sementara dari warga sipil, terdapat 65 pelanggaran, 1 motor ditahan tanpa STNK, 43 STNK ditahan karena kelengkapan kendaraan tidak sesuai standar, dan 21 SIM ditahan karena masa berlakunya sudah melampaui batas”, lanjutnya.

“Untuk warga sipil, kami limpahkan ke Satwilantas Jakarta Timur, untuk diproses lebih lanjut’, ujarnya.

Pen HPK/Tris

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru