oleh

Banyak Kendaraan Plat Hitam Masuk di Terminal Bus, Akibatnya Jadi Semrawut dan Macet

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Kondisi Terminal Induk Bus Kota Bekasi masih saja terlihat semrawut berbagai jenis kendaraan dari berbagai jenis dari plat kuning sampai hitam melintas memasuki areal terminal yang sebenarnya tak layak disebut sebagai terminal induk bus kelas 1.

Berbagai jenis kendaraan umum dan bis bercampur baur dengan kendaraan roda empat pribadi dan kendaraan roda dua yang hilir mudik masuk ke terminal tanpa ada pelarangan. Akibatnya terminal terlihat semrawut dan macet.

Salah satu warga Mustikajaya, Ade (35) yang tengah melintas dengan kendaraan roda dua nya tak tahu jika dirinya dilarang untuk memasuki areal terminal.
Karena setiap harinya selalu mengambil jalan pintas masuk ke dalam terminal untuk bekerja, sehingga Ade berpikir jika perbuatannya tak melanggar aturan.

“Banyak juga kendaraan lain selain saya, ada mobil pribadi juga banyak yang masuk terminal,” ucapnya.

Menanggapi hal ini Kepala UPTD Terminal Induk Bus Kota Bekasi, Bambang Hendrianto mengaku pihaknya bersama Dinas Perhubungan sudah melakukan penertiban bagi kendaraan roda empat plat hitam dan kendaraan roda dua untuk tidak memasuki area terminal. Namun diakuinya pihaknya kualahan karena banyak diprotes pengguna kendaraan.

” Kira – kira bulan Januari lalu kami sudah melakukan penertiban tapi kami tak sanggup lantaran dikeroyok pengendara yang tetap memaksa untuk masuk terminal,” jelas Bambang.

Saat disinggung soal apa solusi yang akan dilakukan pihak UPTD ke depannya agar Terminal Bus menjadi tertib dan tertata rapi, Bambang mengaku menunggu arahan dan kordinasi dari Dinas Perhubungan.

“Wacananya nanti kami akan memagar jalan keluar terminal yang ke arah Ramayana Store agar kendaraan pribadi harus memutar kembali ke arah depan terminal,” bebernya.

Baca juga :  Kompak Geruduk Kejagung Agar Tuntaskan Kasus Korupsi Bansos 18 Milyar di Kaltim

Saat disinggung soal kapan rencana pemindahan terminal bus ke wilayah Jatiasih, Bambang mengaku baru mengetahui proses serah terima lahan seluas 5 hektar dari Pemkot Bekasi ke Kementarian Perhubungan RI. “Informasinya 2020 Terminal baru bisa terbangun dengan dibiayai oleh Kementerian sedangkan Pemkot hanya menyediakan lahannya,” pungkasnya. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru