oleh

Muhamad Saputra, Penjual Cilok Mendadak Viral

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Muhammad Saputra, seorang anak berusia 12 tahun, sembari sekolah berjualan cilok, mendadak viral setelah fotonya saat berjualan, diunggah ke media sosial Facebook dan Instagram.

Muhamad Saputra yang dipanggil Putra, berkeliling sambil menjual cilok buatan Julaeha kakak kandungnya. Meski berjualan cilok, Putra tak meninggalkan bangku sekolah. Saat ini duduk di kelas 3 SDN Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tidak dipungkiri Putra, terkadang ada saja teman-teman di sekolah yang mengejeknya karena ia seorang pedagang cilok. Namun, ejekan tersebut hanya dianggap sebagai angin lalu

“Awal saya malu, bawa cilok ke sekolah. Jualannya kalau lagi istirahat, banyak temen temen yang beli, pulang sekolah baru keliling sampe malem, “kata, Putra saat ditemui disekolahnya, Jumat (15/02/2019).

Muhamad Saputra alias Putra bersama Penggiat Sosial Masyarakat Marsilia ST Krenata

Dia tinggal tinggal di lapak pemulung di Jalan H.Sarmili RT 02/02 Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel, bersama kakak kandungnya Julaeha (17) dan dua orang adiknya Renaldi berusia 7 tahun dan Arsyad yang masih 10 bulan.

Siti Julaeha dan adiknya Renaldi Setiawan dan adik bungsunya Arsyad bersama penggiat Sosial Ninik Samini.

“Alhamdulilah, pak dia bisa bantuin buat jajan adiknya Renaldi dan buat beli susu si Kecil Arsyad, “kata Siti Juleha, saat ditemui dirumahnya, sambil menggendong adik kecilnya yang baru berusia 10 bulan.

Sementara itu, penggiat sosial Ninik Samini menjelaskan, ayahnya bernama Rawin meninggal pada Mei 2018 lalu, sedangkan ibunya bernama Siti Nurhayati, meninggal 10 bulan yang lalu, saat melahirkan adiknya Arsyad. Untuk membantu saudaranya Putra terpaksa berjualan cilok yang dibuat Kaka kandungnya

“Ayah putra meninggal akibat sakit paru-paru. Sedangkan ibunya meninggal setelah melahirkan adiknya yang paling kecil. Walaupun sudah memiliki KTP Tangsel, kedua orangtuanya dimakam di kampung asalnya Idramayu, “kata Ninik yang dipanggil bunda Nurul.

Baca juga :  Kapolres Banjar Bersama PKK dan Polwan Kunjungi UMKM Pengrajin Piring Lidi di Desa Binangun

Masih kata Nurul, “Julaeha sudah punya suami sebagai sopir angkot. Siti Julaeha terpaksa tidak bisa bekerja karena harus merawat adiknya dan mananggung kebutuhan ketiga adiknya yang masih kecil.

“Kami bersyukur, sejak diberitakan di beberapa media, sehingga sejumlah relawan berdatangan dan memberikan bantuan. Bahkan wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mau ketemu dengan keluarganya Putra, “ungkapnya.

Abah Ade/ Nurul

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru