oleh

Eggi Sudjana Alami Politik Identitas

JAKARTA,KICAUNEWS.COM-Politik Identitas hal yang alami, wajar, manusiawi terjadi dimanapun.

Contohnya toleransi muslim Indonesya di zona minoritas seperti Manado, Papua, Bali, Kalbar, NTT, boleh dipImpin Kafir,
Tapi kenapa Mayoritas Muslim memimpin diluar zona minoritas dituduh intoleransi fundamentali, misalnya tak berlaku Bank Syariah, melarang azan, pakai jilbab, potong qurban di Madrosah, hormati yang tidak puasa, justru malah Muslim korban terbesar di kasus Poso, Tanjung Priuk.

Pernyataan DR Eggi Sudjana bersama Panelis Barata Hutagalung dan Rocky Gerung bertema Capres Akal dan Nalar Sehat pada Forum Grup Diskusi disenggarakan Lintas Komunkasi Alumni Jerman / Linkom Aljer di Aula Perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta, 8 Februari 201

Eggi Sudjana yang juga Caleg dari PAN dianggap Rocky Gerung suka bertengkar.

Alfatihah merupakan Petunjuk Akal Sehat yang tak terbatas atau tak terhingga.
Akal tak mampu mencipta, tak mampu menentukan Halal dan Haram, kecuali metode untuk Expansi, maka membutuhkan Wahyu yang membedakan seseorang itu apakah Munafik, Kafir, Zalim, Sesat, Muslim.

Sejarah media atau petunjuk Akal yang untuk melihat yang ada
Yakni Sejarah jihad Muslim Indonesia dengan Alfatehah, seharusnya sadar bersama Masyumi menghadapi PKI dan PNI.
Ulama warosatul Anbiya, maka Muslim dalam memilih Pemimpin, harus toat pada hasil Ijtima yang dikoordinir Imam besar Habib Rizieq Shihab dan mengingkarinya identik anti Islam.

Dalam Surat Al Anam 123 menyatakan : Dan demikian pada setiap negri kami jadikan Pembesar pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negri itu, tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadari.

Bahkan pada Surah Attahrim Ayat 9 menerangkan : ” Wahai Nabi Muhammad SAW Perangilah orang Kafir dan Munafik, Bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka adalah Neraka jahanam. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali “.

Baca juga :  Polrestro Bekasi Didesak Gerak Cepat Ungkap Penyebab Luka Berat Wartawan Radar

Bahwa pada hakekatnya NKRI sudah Syariah, bila para Pemimpinnya di DPR, Mentri, MPR, Presiden tidak menipu rakyatnya.

Dalam pembukaan UUD 45 Dasar negara RI bukan Pancasila, tapi Berkat Rahmat Allah, Ketuhanan yang maha Esa yang berati Tauhid.

Awal mula NKRI menganut Animisme, Polytheisme, Syncritin, kemudian Islam,
Jihad di akomodir Pancasila menjamin kehidupan bebas beragama dalam UUD 45 pasal 29.

Sebelumnya Pada Diskusi ” Membaca Arah Populisme Islam pada Pilpres 2019 ” yang diselenggarakan Laci Indonesia Pimpinan Wasir di D Hotel, Setiabudi. Jakarta, bersama Panelis Novriantono Kahar (NU Muda), Adi Prayitno (Pengamat), Ismail Yusanto (HTI) dengan Moderator Subairi Muzaki.
Penasehat 212 DR H Eggi Sudjana mengungkapkan,
Populisme artinya Faham oposan melawan kezoliman penguasa.

Dalam Islam tidak ada Populisme, dalam Al Quran Surah Al Baqoroh 218 : Orang orang yang beriman, berhijrah dan berjihad, mengharap rahmat kasih sayang SWT
Maka muslim tak urusan dengan ujian kecewa, putus asa.

Usai kasus Ahok Momentum Personifikasi reuni 212 di Monas, Ketaatan mutlak tetap pada Habib Riziek Shihab yang dihadiri 11 juta menutupi jumlah kekurangan suara Padi untuk lanjutkan pembebasan RI dari penjajahan Aseng.

Aksi 212 tak ada kekuatan lain yang bisa mengalahkan jumlah dan luasnya, sekalipun Istighotsah NU Jateng didukung gabungan parpol Penista, munafik, kafir.

Dalam pemerintahan Jokowi merawat kehidupan ber Agama, mengurangi kezoliman pada masyarakat, misalnya tingkatkan sholat subuh berjamaah

Dalam surat Almaidah 52 menyatakan : Maka kamu akan melihat orang orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati (Yahudi dan Nasroni) seraya berkata : Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah SWT akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terha dap apa yang mereka rahasiakan dalam diri meteka.

Baca juga :  Maju Pilkada Jabar, Eggi dapat Dukungan dari Presiden SIRI

Kalo mau jujur hakekatnya hanya Islam yang berhak hidup di Pancasila, karna Sila 1 Ketuhanan yang Maha Esa, ma’nanya hanya Islam yang mengakui tuhan itu 1, Kristen Trinitas, Hindu Trimurti dan Pancasila itu hadiah terbesar Muslim untuk NKRI.

RI sejak Merdeka derita karna Presiden Sukarno serahkan Free post pada Zionis AS dan Dasolen RI Tiada Pilpres / Pilkada karna sudah ada Perwakilan pada Sila 4 Pancasila. Demikian di katakan Mahdi selaku salah satu peserta dalam diskusi tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru