oleh

Polres Tangsel Gelar Press Rilise Kasus Kekerasan Atau Ancaman Memaksa Persetubuhan Anak di bawah umur

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan,S.IK.M.Si.di dampingi oleh Kasubag Humas iptu sugiyono, Kasat Reskrim AKP A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si., dan Kanit PPA Iptu Sumiran
Mengelar press rilise terkait ungkap Kasus Kekerasan Atau Ancaman Kekerasan Memaksa Persetubuhan Terhadap Anak dibawah Umur bertempat di loby Mako Polres Tangsel, Jalan Promoter 1 BSD, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong Tangsel, Selasa (12/02/2019 ).

Tersangka

AKBP Ferdy Irawan Menjelaskan Pada tanggal 18 Januari 2019 sekira Pukul 12.30 WIB di Desa Medang Lestari, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang telah terjadi kasus tindak
pidana Kekerasan Atau Ancaman Kekerasan Memaksa Persetubuhan Terhadap Anak dibawah Umur yang di lakukan oleh dua tersangka Suhro Wardi Bin Ujang Suhendi ( 30 ) dan Saepul Bin Asmari ( 25 ) dengan kronologis korban diajak oleh kedua teman korban yang bernama SELVIA dan NTA untuk nongkrong.

Masih dari keterangan Kapolres Tangsel, Korban : MHK , Pr, Bekasi, 19 November 2002 (17 Tahun ), Setelah nongkrong korban diboncengi oleh kedua pelaku (sudah saling kenal karena satu tempat tongkrongan) kemudian diajak naik motor sekitar wilayah Kecamatan Pagedangan.

“Setelah ditempat sepi kedua pelaku langsung memeluk korban dan salah satu memegang tangan korban serta membekap mulut korban, merasa tidak puas pelaku langsung membuka celana korban dan terjadi persetubuhan terhadap korban secara bergiliran / bergantian.

Usai menyetubuhi korban, korban diantarkan sampai lokasi dekat rumah korban.Setelah itu korban menceritakan peristiwa tersebut ke teman korban yang kemudian dilaporkan ke orangtua korban.” ujar kapolres Tangsel.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke polres Tangerang Selatan guna Penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut.

Tersangkapun akan di jerat, dapat di jerat Pasal 81 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Penjara 15 Tahun.

Baca juga :  Ali Sodikin : Para Walikota dan Jabatan Yang Tidak Abadi

Tris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru