oleh

Polres Tangsel Gelar Rilise Kasus Penganiayaan Terhadap Anak

TANGSEL, KICAUNEWS.COM -Bertempat di Makopolres Tangerang Selatan Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan, S.IK., M.Si didampingi oleh Kasat Reskrim Akp A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si., Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya., SH, dan Kabag Humas Iptu Sugiyono Memberikan penjelasan mengenai Tindak Pidana Penganiayaan Terhadap Anak yang Menyebabkan Meninggal Dunia dan atau Pembunuhan Berencana, Senin ( 04/02/19).

Berdasar dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 07 / A / I / 2019 / Res Tangsel /Sek Pam tanggal  16  Januari 2019.Pasal 80 Ayat (3) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor  23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHPidana Dengan ancaman Hukuman Pidana Seumur Hidup atau Hukuman Mati.

Pelapor Robert Vicolas (54 Tahun), Polri, alamat Asrama Polsek Pamulang (Petugas Polri yang pertama kali ke TKP), Korban (Meninggal Dunia) : MR, Bogor 10 Mei 2003 (16 Tahun) Status Anak Dibawah Umur. Waktu Kejadian  Hari Rabu 16 Januari 2019 Jam 16.00 WIB Depan Ramayana Ciputat, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Lokasi Korban dijemput oleh Tersangka 5 dan 6).

Tanah Kosong di Jalan Raya Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tempat ditemukan nya Jenazah dan dilakukan Tindak Pidana sehingga Korban Meninggal).

Tersangka pelaku berjumlah 7 orang yaitu Ikkiusan Als Ikkiu Ad Pantur (alm), Jakarta 9 Januari 1999, Mudiansyah Als Comot Bin Mukti, Tangerang 05 Juni 1990 berperan : Dengan menggunakan Pisau menusuk Korban pada bagian Punggung Kiri sebanyak 2 (dua) kali, Afri Dandi alias Dandi Bin Zaenal Arifin berperan Dengan menggunakan Pisau menusuk Korban pada Punggung sebelah kiri sebanyak 1 (satu) kali, Tersangka an Tito (DPO) berperan Menjadi Provokator Tersangka lain untuk melakukan balas dendam terhadap korban yang merupakan anggota Entitas Anak Punk Ciputat yang pada malam / dinihari sebelumnya berselisih dengan kelompok Anak Punk Tersangka yaitu Anak Punk Pamulang, Memberikan dan mengamankan Katana yang digunakan oleh Tersangka 1 an Ikkiu untuk memotong Jari Kelingking Tangan kiri dan daun telinga kiri Korban meninggal, Tersangka 5 an Yudi (DPO) Peran Bersama Tersangka 6 an. Agus menjemput Korban di depan Toserba Ramayana Ciputat dan Melakukan Pemukulan Terhadap Korban,Tersangka an Agus (DPO) Peran : sama dan bersama dengan Tersangka 5,Tersangka 7 an. Andre (DPO). Peran Sebagai pengendara yang membonceng Tersangka 2 an. Mudiansyah dan tersangka 3 an. Dandi pada saat mencari Korban untuk dijemput.

Baca juga :  Pisah Sambut Kapolres Bandara Soekarno Hatta, AKBP Adi Ferdian Saputra Gantikan AKBP Arie Ardian Rishadi

Pada Tanggal 16 Januari 2019, Pelapor selaku petugas Piket Polsek Pamulang mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terdapat atau ditemukan janazah di TKP. Pelapor selaku Petugas Piket Polsek Pamulang kemudian bersama Team Vipers dan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan kemudian melakukan Cek dan Olah TKP.

Dilanjutkan upaya Penyelidikan dan Penyidikan yang dilakukan Team Vipers untuk mengamankan para Tersangka yang bertanggung jawab terhadap dugaan Tindak Pidana yang terjadi Dari upaya penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Team Vipers kemudian 3 (tiga) Tersangka dapat diamankan beserta barang bukti. Dan tersangka yang lain dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) maupun daftar pencarian narang bukti (DPB) untuk barang bukti yang belum ditemukan.

Barang Bukti berupa 1 (satu) buah rompi pannel warna merah dengan aksesoris spek warna putih dan emblem punk tulisan jambi bersatu milik Sdr. Ikkiusan Als Ikkiu Ad Alm Pantur,1 (satu) buah kemeja motif kotak-kotak warna hitam-merah dan 1 (satu) buah kaos warna hitam, 1 (satu) buah celana jeans warna hitam, dan 1 (satu) pasang sepatu bot warna coklat milik Sdr. Mudiansyah als Comot Bin Mukti, 1 (satu) buah Jaket Jeans warna biru-putih, 1 (satu) buah Celana Jeans warna biru-putih dan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio warna Hitam Nomor Polisi B-6186-CLT berikut kunci.

Peristiwa Tindak Pidana ini terjadi merupakan ekses dari Pertikaian antara Entitas Anak Punk Ciputat (Korban) dan Entitas Anak Punk Gaplek (Para Tersangka) yang terjadi pada Malam 15 Januari 2019 sampai Dinihari 16 Januari 2019. Tersangka 1 memotong Jari Kelingking Tangan Kiri dan Daun Telinga Kiri korban dengan menggunakan sebilah Katana yang disediakan dan milik Tersangka 4 an.Tito.

Baca juga :  Kapolsek Sambangi Ketua RT Ajak Patuhi Protokol Kesehatan

Katana yang digunakan Tersangka 1 untuk memotong Jari Kelingking Tangan Kiri dan Daun Telinga Kiri Korban dibawa oleh DPO Tersangka 4 (DPB), Jari Kelingking Tangan Kiri dan Daun telinga Kiri korban dibuang oleh Tersangka 1 di Anak Sungai Ciliwung pada Jembatan Perempatan Bubulak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saksi 1 dan beberapa anggota Entitas Anak Punk Ciputat pada Tanggal 16 Januari 2019 malam (sekira pukul 23.00 WIB) di daerah Setu Sawangan Bogor sempat diperlihatkan potongan Jari Kelingking Tangan Kiri dan Daun Telinga Kiri Korban oleh Tersangka 1. Tersangka 2 dan 3 melakukan Penusukan pada punggung sebelah kiri Korban dengan Pisau yang telah dibuang di Pinggir Pantai di Daerah Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Tanggal 20 Januari 2019 (pada saat usaha Pelarian).

Korban merupakan Anak Dibawah Umur 16 Tahun,  yang baru bergabung dengan Entitas Anak Punk Ciputat (dibuktikan dengan Tatto yang ada pada bagian tubuh baru pada kaki dan sesuai keterangan para Saksi).

Hasil Cek dan Olah TKP serta keterangan Dokter Forensik melalui VER dan Hasil Otopsi didapatkan keterangan bahwa Korban meninggal karena luka dalam akibat tusukan yang menembus Organ Dalam.Tersangka 1, 2 dan 3 sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga tetdekat seperti Bapak dan Ibu-nya.

Tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru