oleh

Tanda Tangan Digital, Ini Harapan Ditjen Dukcapil Kemendagri

YOGYAKARTA, KICAUNEWS.COM — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan terobosan-terobosan digital dalam proses indentifikasi kependudukan salah satunya dengan tanda tangan digital. Sebelumnya proses identifikasi kependudukan berbasis sidik jari dan pengenalan wajah sudah diterapkan kemendagri.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh setelah meresmikan kantor startup pembuat teknologi tanda tangan digital asli DI Yogyakarta, yaitu PrivyId di Bantul, Jumat (1/2) sore.

“Saat ini sudah ada 187 juta data kependudukan berbasis sidik jari di Kemendagri yang sudah diakses ratusan juta kali oleh 1170 lembaga yang ingin mengetahui nomor induk kependudukan (NIK) seseorang,” katanya Zudan.

Zudan mengungkapkan, Selain BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kepolisian, lembaga intelejen negara, berbagai lembaga negara maupun perusahaan swasta yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat juga turut mengaksesnya.

“penggunaan tanda tangan digital ini memiliki fungsi yang sama dengan sidik jari. Otentisitas tanda tanda digital nantinya akan merujuk pada NIK yang berformat single indentity number,” Terang Zudan

Lebih detail Zudan mengatakan, Kami (Kemendagri Red) berharap penambahan teknologi ini akan memudahkan pelacakan identitas seseorang, terutama yang berkaitan dengan permasalahan hukum dan finasial maupun identifikasi korban bencana alam.

Tidak hanya itu, Zudan mengatakan, seratusan juta sidik jari penduduk di Tanah Air itu merupakan data yang bisa menjadi acuan informasi atau identifikasi identitas siapa pemilik sidik jari tersebut oleh lembaga pemerintah maupun institusi keamanan untuk kepentingan tertentu.

Data sidik jari tersebut, kata Zudan, sudah terkoneksi dengan lembaga negara lainnya yang sudah bekerja sama dengan Kemendagri seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Nasional (BIN) dan lembaga lain di bidang penegakkan hukum.  

“Sehingga ketika nanti dia melakukan pembunuhan maupun perampokan, sidik jari akan teridentifikasi, dan pindahlah sidik jari itu ke Polri, yang kemudian terindetifikasi sebagai pelaku kejahatan,” katanya.

Zudan mengatakan, termasuk dalam mengenal korban bencana alam dan kecelakaan itu saat ini dalam melakukan identifikasi menggunakan sidik jari. Dan sidik jari ini digunakan untuk tugas-tugas penegakan hukum, pencegahan kriminal dan tugas kemanusiaan.

“Jadi menanggulangi terorisme, kejahatan tindak pidana umum, pencurian perampokan maupun identifikasi korban korban, bisa diketahui (dengan sidik jari), misalnya bapak, anak siapa, menantu bisa diketahui,” katanya.  

Selain sidik jari, kata Zudan, Kemendagri juga mengantongi data wajah, sehingga ketika salah satu wajah tertangkap kamera pengawas ruangan saat melakukan kejahatan, maka bisa langsung diidentifikasi identitas orang itu melalui teknologi ‘face recognition’.

“Bila ada pencuri tertangkap wajahnya di CCTV itu nanti, CCTV itu dikirim ke Dukcapil atau Bareskrim nanti bisa diidentifikasi siapa dia dengan teknologi ‘face recognition’, jadi kita yang berkumpul di sini semua wajahnya bisa diketahui identitas dengan cara ‘face recognition’,” katanya.

“Kehadiran PrivyID ini sebagai salah satu startup di bidang tanda tangan digital sesuai dengan program pemerintah ingin meningkatkan pelayanan ke masyarakat secara cepat dengan akurasi tinggi,” lanjutnya.

Kami (Kemendagri Red), Sambung Zudan, menjamin tingkat keamanan data karena pihaknya telah menjadi kesepakatan kerjasama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk upaya pengamanan. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru