oleh

Erna Yuliana, Ungkapkan Petani Ciamis Gunakan Pestisida Dalam Pengendalian Serangan OPT Pada Tanaman

Ciamis, Kicaunews.com – Ciamis merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai di Jawa Barat. Tersebar di empat kecamatan yaitu di Sukamantri, Panjalu, Cihaurbeuti dan Panumbangan. Curah hujan tinggi sering ditakutkan oleh petani cabai, karena biasanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) meningkat. OPT yang menyerang antara lain antraknosa, busuk buah, layu fusarium.

Menurut politisi PPP Erna Yuliana mengatakan Langkah para petani diwilayah kecamatan Sukamantri, Panjalu, Panumbangan dan Ciharubeuti kabupaten Ciamis dalam upaya pengendalian serangan OPT pada tanaman cabai yakni menggunakan pestisida ramah lingkungan tersertifikasi.

“Hal ini merupakan perwujudan pemahaman dan juga kesadaran mereka dari hasil kegiatan sosialisasi yang secara terus menerus dilakukan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) dari dinas terkait patut diberikan apresiasi,”ungkap erna saat di wawancarai khusus via WhatsApp, Senin (28/01/2019)

Penggunaan pestisida melebihi ambang batas tentunya dapat merugikan lingkungan seperti Air, tanah, tumbuhan serta oraganisme lainnya.

“Efek negatif pestisida bagi tubuh manusia dapat menimbulkan reaksi secara langsung seperti mual, muntah, iritasi, bahkan jika terus menerus digunakan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kangker bahkan kematian,”papar Erna Yuliana,S.KM dapil 2 (Panjalu, Panumbangan, Sukamantri, Cihaurbeuti)

Bagi petani agar aman terpapar dari pestisida sebaiknya ketika berhubungan langsung dengan pestisida selalu menggunakan alat alat pelindung diri (APD), diantaranya topi, masker, sarung tangan dan sepatu boot.

“Untuk masyarakat supaya aman dari bahaya pestisida sebelum mengkonsumsinya sebaiknya dicuci terlebih dahulu sampai bersih,”imbuhnya (Yat)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru