oleh

RPJMD, Mendagri Tegaskan Pentingnya Sinergitas Perguruan Tinggi

MEDAN, KICAUNEWS.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2014 adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan pembangunan daerah.

Namun, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai terdapat tokoh yang terkadang dilupakan oleh pemerintah daerah untuk diikutkan dalam forum, yaitu pakar-pakar dari perguruan tinggi.

Tjahjo mengingatkan, perencanaan pembangunan pemerintah daerah tidak hanya sebatas Gubernur sampai tingkat Kepala Desa/Kelurahan, DPRD, TNI dan Polri, serta tidak hanya ditambah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Tetapi, Menurut Tjahjo, Pemerintah Daerah harus dapat mendeteksi potensi wilayahnya dengan baik. Potensi wilayahnya yang dimaksud, yaitu dengan melibatkan pakar-pakar perguruan tinggi secara terintegrasi dan sinergitas, termasuk dalam penentuan area rawan bencana.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Orang Nomor satu di Kemendagri dalam sambutannya menghadiri Musrenbang RPJMD Provinsi Sumatera Utara di Tiara Convention Center Medan, selasa (22/1/2109).

“Potensi wilayah daerah harus dicermati dengan baik, libatkan pakar-pakar dari perguruan tinggi. Area ini masuk dalam area rawan bencana atau tidak. Terintegrasi dan harus ada konektivitas sinergitas, termasuk Musrenbang harus melibatkan perguruan tinggi, yaitu para pakar”, tegas Tjahjo.

Tjahjo menuturkan, Indonesia adalah negara yang memiliki geopolitik dan geostrategis yang menjadi sasaran target negara maju. Sehingga menurutnya keterlibatan pakar dalam perencanaan dapat membantu menghadapi tantangan bidang ekonomi, politik, sosial, keamanan dan pertahanan dengan baik.

Melalui Musrenbang RPJMD Sumatera Utara (Sumut), Tjahjo menilai demografik Sumut harus ditata dengan baik. Penganggaran yang menjadi pedoman DRPD harus menjadi catatan untuk disisihkan, yaitu terkait peningkatan investasi pengembangan kawasan Danau Toba, Kuala Tanjung, dan pengembangan variasi tempat wisata lain untuk mempengaruhi minat wisatawan.

Lebih lanjut, menurut Tjahjo, Kunci pembangunan adalah konektivitas pusat dan daerah. Tjahjo menginstruksikan kepada kepala daerah untuk tidak takut mengambil resiko. Konektivitas investasi akan berjalan dengan baik, apabila ada konektivitas dan sinergi yang baik antar Pemerintah Pusat, Provinsi hingga kabupaten/kota sampai tingkat Desa juga para pakar perguruan tinggi.

“Kunci pembangunan ya sinergitas pusat dan daerah. Jadi Musrenbang jangan dilihat hanya merencanakan program, perencanaan penganggaran dengan cara  duduk bersama Pemda dan DPRD,” Imbuhnya.

Tjahjo mengingatkan, para stakeholder untuk mencermati tata perkembangan memasuki konsolidasi demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 untuk mewujudkan sistem pemerintahan presidensil yang efektif dan efisien.

Menurutnya, racun demokrasi yaitu ujaran kebencian, fitnah, berita bohong, politisasi SARA, politik uang, menghalalkan segala cara.

“ini racun demokrasi harus kita antisipasi dikarenakan dapat  merusak persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.(Red/Puspen Kemendagri)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru