oleh

Alumni ISTA Jakarta: Usut Sampai Tuntas Penyalahgunaan Fasilitas Sekolah Jadi Gudang Narkoba

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Salah satu Alumni yang juga mantan Ketua Umum Alumni ISTA Jakarta Ayang Adriyansyah meminta Gubernur, Dinas Pendidikan dan Aparat Kepolisan untuk mengusut Tuntas sampai ke akar-akarnya siapa saja yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan fasilitas sekolah jadi gudang narkoba dan hal ini masalah besar menyangkut masa depan anak bangsa.

Hal itu diungkapkan Ayang Adriyansyah saat ngobrol santai bersama redaksi dibilangan Kedoya Jakarta barat pada minggu kemarin 20/1/2019.

Tidak hanya itu, dirinya juga menilai orang-orang yang sudah menyalahgunakan fasilitas sekolah sebagai gudang Narkoba telah mencoreng nama baik Institusi dunia pendidikan Jakarta khususnya Indonesia.

“Narkoba itu musuh Agama, Musuh kita semua dan adanya kejadian ini jelas sudah mencoreng nama baik pendidikan,” Jelasnya.

Tidak hanya itu, Sambung Ayang mengutarakan, biar bagaimanapun saya sebagai Alumni ISTA Jakarta sangat menyayangkan kejadian tersebut.

“Apalagi kejadian ini terjadi dalam satu atap atau satu komplek pendidikan yang di dalamnya ada TK Sampai Universitas,” Urainya.

“Universitas pun ikut tercoreng namanya, Almamater saya pun ikut menjadi imbas atas kejadian tersebut, namanya dalam satu wilayah/atap, jelas saya sangat kecewa dan mengkecam kejadian ini,” Sesalnya.

Saat disinggung adanya dualisme Yayasan, Ayang yang juga Saat ini maju menjadi Caleg menilai, adanya Dualisme tersebut disinyalir menjadi pintu masuk para tersangka narkoba untuk menggunakan dan menyalahgunakan fasilitas yang ada salah satunya di sekolah dimana sekolah adalah tempat yang notabene nya aman dari pantauan.

“Kedua Yayasan masing-masing punya wilayah kekuasaan, jadi ini menjadi pintu masuk para oknum untuk memanfaatkan situasi dan kondisi,” ucap Ayang yang juga dulu menjadi aktivis kampus ini.

Ditambah, sambung Ayang, dimana dua tersangka itu anak dari salah satu petinggi yayasan. “Diduga ini adanya kelalaian, Kan kasihan jadi banyak yang terkena imbas, mau dibawa kemana bangsa kita kalau dunia pendidikan jadi sarang masuknya Narkoba,” Imbuhnya.

“Dulu sebelum adanya dualisme, semuanya berjalan selaras, pengawasan selaras, kegiatan semua selaras,” akunya.

Saya ini dibesarkan di Yayasan tersebut, jadi saya tau betul seluk beluknya.

“Ini menjadi masalah serius, apalagi sudah keranah Narkoba, Ini menjadi musuh kita bersama dan kalau di diamkan bisa hancur generasi bangsa kita,” Cetusnya.

Untuk itu, Lanjut ayang mengatakan, saya yang juga sebagai penasehat alumni mengajak semua alumni untuk perang terhadap narkoba dan meminta untuk diusut sampai tuntas ke akar-akarnya.

“Sekali lagi, Gubernur, Dinas pendidikan, Aparat Penegak Hukum dan stakeholder lainnya harus mengusut tuntas dan bertindak tegas memberikan Sanksi agar hal seperti ini tidak terjadi di dunia pendidikan khususnya,” Pintanya.

Untuk diketahui, pengungkapan gudang narkoba tersebut bermula dari penangkapan seorang pengedar berinisial AN di Kebon Jeruk, Kamis (10/1/2019). Dari hasil pemeriksaan, AN mengaku mendapat barang haram tersebut dari DL dan CP. Ketiganya merupakan jaringan narkoba yang dikendalikan seorang napi dari lapas.

Polisi kemudian menangkap DL dan CP, serta mengamankan barang bukti 355,56 gram sabu dan 7.910 butir obat-obatan golongan IV. Keduanya sejak enam bulan terakhir tinggal di laboratorium sekolah dan memanfaatkan salah satu ruangan menjadi gudang narkoba.

DL dan CP menyalahgunakan fasilitas sekolah untuk dijadikan gudang narkoba dimana DL dan CO tinggal menumpang disekolah tanpa izin dan Sekolah tidak keberatan, karena orangtua mereka salah satu pejabat di sekolah.

Atas perbuatannya, DL, CP, dan AN dijerat pasal 112 juncto 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dimana dengan Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru