oleh

Gelar Press Conference, Ini Penjelasan YPP Alkamal Jakarta Soal Laboratorium Sekolah di Jadikan Gudang Narkoba

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Yayasan Pondok Pesantren Alkamal Jakarta akhirnya angkat bicara dan menggelar Press Conference pada Rabu, 16/1/2019 di Depan Aula GSG YPP Alkamal Jakarta soal Adanya Lab Sekolah yang dijadikan sebagai Gudang Penyimpanan Narkoba oleh Dua orang kakak beradik pegawai sekolah yang berinisial DL dan CP.

Acaranya yang dihadiri seluruh stakeholder mulai dari unsur para pendiri, pimpinan, dewan guru, civitas akademik dan para mahasiswa yang menyatakan siap memerangi narkoba dilingkungannya.

Para mahasiswa dan Mahasiswi yang siap ikut memerangi narkoba saat mengikuti Press conference YPP alkamal Jakarta soal adanya laboratorium yang dijadikan Gudang Narkoba

Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta yang juga sebagai pendiri, KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat mengatakan Adanya Press conference ini didasari adanya desakan dari para stakeholder yang aktif YPP alkamal jakarta dan membersihkan Nama Baik.

Dirinya mengatakan, desakan itu datang dari para Dosen, Mahasiswa, Rektor dan Wakil Rektor, Kepala Sekolah dewan Guru serta wali murid yang menanyakan soal adanya berita online dan TV yang menyebutkan Lab Sekolah SMA yang berada di salah satu sekolah yang berlokasi di kedoya kebon jeruk digunakan sebagai gudang penyimpanan narkoba.

“Kami menduga Lab sekolah yang dimaksud yang digunakan para dua kurir narkoba yakni DL dan CP yang ditangkap Polsek Kembangan, Jakarta Barat memang berada digedung SMA,” Katanya.

Soeryo menceritakan, di Lingkungan Al Kamal ada upaya untuk mendirikan Yayasan lain dimana Sekolah SMA dikelola oleh Yayasan Pendidikan Amanah Alkamal dan untuk TK, SD, SMP serta Perguruan Tinggi dikelola Yayasan Pondok Pesantren Alkamal Jakarta. Dan soeryo mengatakan secara tegas Yayasan Pondok Pesantren Alkamal Jakarta lah yang Sah legalitasnya.

Jadi kata soeryo SMA itu diluar tanggung jawab kami walau satu lingkup.

Masih dikatakan Soeryo, ternyadinya penggerebekan didasari setelah adanya pengintaian sekian bulan oleh polisi dan akhirnya polisi berhasil mengamankan barang bukti yang sebelumnya terlebih dahulu menangkap tersangka yang berinisial DL, CP dan AJ.

Baca juga :  Rangsang Kembali Rasa Kebangsaan, Mahasiswa ISTA dan Pelajar Jakarta Barat Ikuti Seminar Kebangsaan

Saat disinggung siapa itu DL dan CP, Soeryo mengatakan, kedua orang tersebut adalah anak dari salah satu mantan pegawai yang berinisial JD yang mendirikan Yayasan Pendidikan Amanah AlKamal sekaligus Ayah dari kedua orang yang ditangkap polisi .

Pada dasarnya, kata Soeryo, JD ini salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Amanah Alkamal sudah dicabut izin operasional oleh Dinas Sosial tapi dibiarkan tetap mengelola pendidikan.

Soeryo menegaskan telah mencoba mengusir keduanya, namun tetap bersikukuh untuk tinggal dan bermalam di lingkungan Al Kamal sebelum akhirnya diciduk polisi. “Makanya kami bersyukur ketika ada kejadian itu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Burhanuddin menambahkan, demi memberantas narkoba pihaknya bersiap semua guru, kepsek, pengurus, siswa dan Mahasiswa untuk melakukan tes urine. Langkah ini diambil sebagai bentuk serius memerangi narkoba.

“Saya katakan kami siap dengan resiko. Bila ada yang terlibat, saya pastikan mereka diproses hukum,” tegas mantan Wali Kota Jakarta Barat ini.

Tidak hanya itu, Burhanudin kembali menegaskan meminta Melakukan test Narkoba/tes Urin kepada seluruh Karyawan Guru dan Pengurus Yayasan Pendidikan Amanah AlKamal serta permintaan untuk menutup Yayasan Pendidikan Amanah AlKamal yang diduga tidak sah.

Dengan adanya kejadian ini, Burhanudin pun berharap Agar Gubernur DKI melalui Dinas Pendidikan concern terhadap Pendidikan di DKI .

Mantan Walikota Jakarta Barat yang Juga Ketua YPP Alkamal Jakarta Burhanuddin saat menandatangani pernyataan sikap memerangi narkoba dilingkungan pendidikan usai acara

Acara Press Conference diakhiri dengan pernyataan sikap dan tindakan dari seluruh stakeholder yang hadir dengan tandatangan bersama disebuah banner yang sudah disiapkan sebagai bukti memerangi terhadap narkoba yang bisa merusak generasi bangsa kedepan.

Untuk informasi, Polsek Kembangan, Jakarta Barat, berhasil mengungkap peredaran narkoba di sebuah sekolah di kawasan Kebon Jeruk. Mulai dari sabu hingga psikotoprika gol IV berhasil diamankan.

Baca juga :  Kapolsek Batujaya Terjunkan Anggota Untuk KRYD

Polisi menangkap tiga tersangka pengedar narkoba, yaitu AN (30), DL (29), dan CP (30), di sebuah sekolah di kawasan Jakarta Barat, Kamis (10/1) dengan barang bukti sabu totalnya ada 355,56 gram kemudian psikotropika golongan IV dan daftar G dengan perincian total ada 7.910 butir dan Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Metro Jakarta Barat, berikut dengan barang bukti lainnya.

Ketiga tersangka dikenai Pasal 114 Ayat (2) subsider 112 (2) jo 132 (1) Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 (UURI) Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Jo Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan Perubahan Psikotropika.

Mereka kini terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda Rp 10 miliar.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru