oleh

Indeks Pembangunan Pemuda Rendah, Sekjen Karang Taruna Banten Prihatin

SERANG, KICAUNEWS.COM – Sekertaris Jenderal Karang Taruna Provinsi Banten, Gatot Yan S merasa prihatin dengan Indeks Pembangunan Pemuda yang (IPP) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik.

Berdasarkan data yang dikeluarkan lembaga tersebut, Indeks Pembangunan Pemuda di Provinsi Banten berada diperingkat ke 22 dari 35 Provinsi atau menempati nilai sebesar 49,17 Persen.

Menurut Gatot, seperti diterangkan dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (12/01) Indeks Pembangunan Pemuda adalah salah satu tolak ukur kemajuan pemuda di daerah.

“Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) ini, menunjukkan bahwa pembangunan di sektor kepemudaan di Provinsi Banten sudah saatnya mendapat perhatian serius,” kata Gatot.

Ia menilai, rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Banten, disebabkan karena tidak dijalankannya Peraturan Daerah (Perda) No 10 Tahun 2014 Tentang Pembangunan Kepemudaan.

Hal ini, menurut Gatot, berdampak penurunan kualitas pemuda, yang dalam hal ini kepentingan dalam pembangunan kepemudaan, tidak terakomodir. “Hal ini sangat ironis, karena Perda Kepemudaan di Provinsi Banten ini, sudah dibuat sejak tahun 2014.” Kata Gatot.

Berdasarkan Perda No 10 Tahun 2014 Tentang Pembangunan Kepemudaan disebutkan dalam pasal 7 bahwa, Pemerintah Daerah bertanggungjawab melaksanakan penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan potensi pemuda, berdasarkan kewenangan dan tanggungjawabnya sesuai dengan karakteristik dan potensi Daerah.

“Perda itu harus ditinjau kembali, apakah pasal-pasalnya tidak relevan lagi dengan dinamika kepemudaan atau mungkin implementasinya yang kurang maksimal,” ungkap Gatot.

Capaian IIP Banten Rendah

Tidak hanya itu, Sekertaris Jenderal Karang Taruna Provinsi Banten yang saat ini akan mencalonkan diri di legislatif itu juga memaparkan, saat ini capaian Indeks Pembangunan Pemuda di Banten masih rendah.

Hal itu, tambah Gatot, dapat dilihat dari tingkat partisipasi pemuda dalam organisasi, capaian pemuda dalam berwirausaha masih rendah serta masih tingginya tingkat pengangguran pemuda.

Baca juga :  Tim Gabungan Gelar Razia, belasan kendaraan bermotor di tilang

“Tiga hal ini yang mengundang kekhawatiran, terlebih saat ini kita tengah mengalami fenomena bonus demografi dimana terdapat jumlah penduduk berumur produktif yang sangat besar,” tambah Gatot.

Oleh karenanya, kepada redaksi, Sekertaris Jenderal Karang Taruna Provinsi Banten itu merasa hawatir, apabila Indeks Pembangunan Pemuda di Banten terus merosot.

“Apabila IPP (Indeks Pembangunan Pemuda) kita terus merosot dikhawatirkan pada generasi mendatang bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi.” Kata Gatot. (Haji Merah).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru