oleh

Ricuh DPRD Bombana, Puspen Kemendagri: Itu Merusak Peradaban Demokrasi

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – adanya Ricuh saat rapat Wakil Rakyat Bombana mendapat perhatian serius dari kepala pusat penerangan kemendari. Pasalnya, adanya Amukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana, Andi Arif dalam sebuah rapat dinilai merusak peradaban Demokrasi.

Demikian dikatakan Kapuspen Kemendari Dr. Bahtiar dikutip dari kini.co.id pada rabu malam, 9/1/2019.

Birokrat bergelar Doktor itu menyebut peristiwa yang terjadi di DPRD Bombana merupakan hal yang merusak peradaban demokrasi Indonesia.

“Bertengkar dalam sebuah rapat adalah hal yang biasa dan Pukul meja serta saling adu argumen itu biasa, tetapi tidak usah terlalu berlebihan bahkan sampai mengekuarkan senjata tajam,” Katanya.

Dikatakan Bahtiar, seharusnya tidak boleh seperti itu, berilah contoh yang baik untuk rakyat dan forum DPRD adalah tempatnya Wakil Rakyat adu gagasan, adu konsep, adu pemikiran sebagai wakil rakyat.

“Syaratnya tidak boleh ada intimidasi, ancaman apapun apalagi sampai ada kekerasan. Makanya, peristiwa seperti ini menunjukkan kualitas pendidikan politik rendah,” Sebutnya.

Lebih jelas dikatakan Bahtiar, Gimana mau mendidik masyarakat dalam hal etika politik, Jika lembaga wakil rakyat sendiri tidak memberi contoh peradaban demokrasi yang baik, yang etis dan terhormat.

Untuk diketahui, dimana diberitakan sebelumnya telah ramai ketua DPRD Bombana Andi Firman mengamuk sambil mengeluarkan keris yang diselipkan di pinggangnya kemudian mengarahkannya kepada seluruh Anggota DPRD yang hadir dalam rapat dengan pendapat pada Senin, (7/1/2019).

Tidak hanya itu, Aksi memalukan wakil rakyat itu juga diikuti masuknya seseorang yang diduga preman ke dalam ruang rapat kemudian mengacak-acak kursi anggota Dewan sambil memecahkan barang-barang yang ada di lokasi.

Akibatnya, suasana menjadi mencekam sejumlah anggota dewan terkena lemparan benda keras sejumlah barang inventaris seperti gelas kursi serta meja rusak akibat kericuhan ini.

Sumber : kini.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru