oleh

Ustadz Adjie Nung : Umat Muslim Harus Paham Perayaan Mana Saja Yang Wajib dan Dilarang Untuk Dirayakan

Kab. Bekasi, Kicaunews.com – Banyak umat muslim yang tak paham hari perayaan mana saja yang wajib dan dilarang untuk dirayakan oleh umat muslim. Menurut tuntunan Baginda Rasulullah SAW hanya ada 2 perayaan agung yang wajib dirayakan umat muslim yakni Perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Demikian disampaikan Ustadz Nur Anwar Amin, Lc.,MA atau biasa disapa Ustadz Adjie Nung saat memberikan tausiahnya dihadapan ratusan jamaah Majlis Taklim  Nurul Iman Kampung Wates, Desa Kedung Jaya, Kec. Babelan, Bekasi Utara, Minggu (30/12/2018).

Namun sangat disayangkan justru perayaan yang bukan tuntunan bagi umat muslim, banyak yang berbondong bondong ikut merayakan padahal itu dilarang oleh agama Islam. Seperti perayaan pergantian tahun baru yang tiap tahun dirayakan.

” Karena sesungguhnya umat islam sudah memiliki hari perayaan yang harus mereka besarkan dan dibanggakan yaitu dua hari raya (idul fitri dan idul adha) sesuai perintah Rosulullah SAW, ” tegasnya.

Perayaan hari yang wajib dirayakan bagi umat muslim hal ini dikuatkan hadist Rasululloh SAW. Dari Anas, ia berkata: Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, penduduknya mempunyai dua hari yang biasa dirayakan (Nairuz dan Mihrajan).Tanya Rasulullah SAW : “Ada apa dengan dua hari itu?” Mereka menjawab: “Kami sudah biasa merayakannya sejak zaman jahiliyyah.”

Sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari Adha dan hari Fithri” (Sunan Abi Dawud).

Dalam ceramahnya Ustadz Nung berpesan untuk meninggalkan dan melarang perayaan yang bukan tuntunan agama Islam dimana dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri pula para Ustadzaat diantaranya Usth Hj. Maimunah binti KH. Muhyidin Anwar, Usth Hj. Zumaroh, Usth Hj. Maimunah, Usth Hj. Nurlaila, Usth. Nurfadhilah, Usth. Muthmainah, Usth Hj. Maqbulah, Ibu Lurah Kedung Jaya, Bpk HM. Zein, Bpk.H.Jazuli dan Ketua Majlis taklim Usth Hj. Saodah.

Baca juga :  Saat PSBB dan dilanda Banjir, Brimob Jabar Bantu Warga

Rasululloh SAW diutus Allah SWT kedunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia dan diantaranya akhlak Nabi Muhammad SAW yang wajib kita tiru dan kita ikuti adalah Akhlaqun Hasanah (اخلاق حسنة) Orang yang memiliki akhlak hasanah adalah yang selalu berbuat baik dengan orang yang ia kenal.

Kemudian Rosululloh juga memiliki (اخلاق كريمة) akhlaqun karimah
yaitu orang yang selalu berbuat baik dengan orang ia kenal ataupun yang tidak ia kenal.

Lebih dahsyat lagi Nabi SAW memiliki (اخلاق عظيم) akhlaqum azhima yaitu akhlak yang agung, orang yang memiliki akhlak ini selalu berbuat baik dengan orang yang menyakiti atau menzholiminya. Inilah merupakan akhlak yang wajib disuritauladani oleh umatnya.

Ustadz Adjie Nung melarang kepada semua jamaah yang hadir untuk merayakan Tahun Baru Masehi 2019 karena sama halnya dengan menunjukkan rasa simpati, dan cinta kepada orang-orang kafir yang menjadi sumber awal perayaan tersebut. Berarti ia bagian dari mereka.

Perayaan Tahun Baru Masehi merupakan ritual pesta akhir-awal tahun yang sudah membudaya di seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali, umat Islam pun merasakanya padahal tidak ada yang layak dirayakan sama sekali dari Tahun Baru Masehi tersebut, terlebih memang Nabi SAW dengan tegas melarangnya.

Hadits di atas juga membatasi dua hari yang boleh dirayakan oleh umat hanya pada ‘Idul-Fithri dan ‘Idul-Adlha saja. Terkait perayaan Nairuz dan Mihrajan dua perayaan jahiliyah tersebut di atas, shahabat ‘Abdullah ibn ‘Amr sampai menyatakan.
مَنْ بَنَى بِأَرْضِ الْمُشْرِكِينَ وَصَنَعَ نَيْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ حَتَّى يَمُوت حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة
_”Siapa yang membangun rumah di negeri orang-orang musyrik, turut terlibat dalam perayaan Nairuz dan Mihrajan mereka, dan bertasyabbuh dengan mereka sampai ia meninggal, maka kelak akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat.”_ (‘Aunul-Ma’bud).

Baca juga :  Kenaikan BPJS Bukti Menteri Keuangan Yang Kejam Akan Kesulitan Rakyat

Menurut Ibnu Taimiyyah,  hadits di atas semakna dengan firman Allah Ta’ala;
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصٰرٰىٓ أَوْلِيَآءَ  ۘ  بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ  ۚ  وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ ۝
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin kamu, mereka satu sama lain saling melindungi.

Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Ma`idah : 51)

Selanjutnya Ustadz Adjie Nung mengingatkan kepada jamaah jangan sampai lupa 17 april 2019 hanya memilih pemimpin yang sesuai al-quran dan al-hadist yang kita pilih, pemimpin yang beriman, itulah pemimpin yang selalu sholat, siap membayar zakat,  selalu ruku dan tawadu.

Dipenghujung ceramahnya Ustadz Adjie Nung selaku ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center, juga memberikan kesempatan bagi para donatur yang ingin mengamalkan kebajikan melalui program “Berbagi Cahaya diatas Cahaya” siap Menerima, Melayani dan Menyalurkan Wakaf, Zakat, Infak dan Shadaqohnya melalui Bank Syariah Mandiri cabang Bekasi, di No. Rekening 7117821823 atas nama Yayasan Wafizs Al-Amin Center. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru