oleh

Gandeng Dewan Geospasial Indonesia, Kampus ISTA Jakarta Gelar Seminar

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Institut Sains dan Teknologi Alkamal Jakarta terus gencar meningkatkan ilmu-ilmu pengetahuan diantaranya Dua Prodi Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Sistem Informasi.

Dengan menggandeng Dewan Geospasial Indonesia, Kampus ISTA Jakarta menggelar Seminar Sistem Informasi Geospasial dan Pertanahan Sebagai Basis Data Pembangunan Nasional pada Kamis, 20/12/2018 di Kampus ISTA Jakarta Jalan kedoya Raya No 2 Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Rektor ISTA Jakarta, DR. Dede Rukmayadi, ST., M.Si saat dikonfirmasi mengutarakan, diadakannya seminar ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan Mahasiswa kami yaitu khusus untuk Jurusan Teknik Sipil dan Sistem Informasi. “2 Prodi/jurusan ini diharapkan bisa menjadi harapan untuk menjawaban tentang persoalan-persoalan untuk mensukseskan pembangunan nasional,” Ujar Dede

Tidak hanya itu, Kata Dede, Seminar ini juga dilatar belakangi oleh persoalan yang timbul mengenai masalah batas wilayah yang saat ini sangat rawan khususnya pada masalah batas-batas wilayah di Indonesia.

“Kami (ISTA Jakarta red) menyikapi dengan serius, makanya kami menggandeng Dewan Geospasial Indonesia untuk memberikan pengetahuan dan pandangan-pandangan kepada mahasiswa,” Kata Dede.

Ditambahkan Dede, Kami sebagai lembaga pendidikan terus berkomitmen untuk ikut serta menyiapkan SDM-SDM yang bisa ikut andil dalam pembangunan Nasional kedepan.

Sementara itu, Dalam pemaparannya Ir. Hardi Koesalamwardi, MSE mengutarakan, Kebutuhan tenaga profesional dan kompeten dalam bidang Informasi Geospasial tidak bisa dibantah lagi.

“Indonesia butuh tenaga geospasial, Indonesia Negara yang luas dan butuh banyak tenaga profesional khusus untuk menuju pembangunan Nasional,” Ujarnya.

Lebih jauh dia menambahkan, Dalam Rencana Aksi Badan Informasi Geospasial, dengan jelas tertera rencana percepatan pengadaan peta dasar untuk berbagai keperluan pembangunan dalam berbagai skala dan tingkat kerincian Untuk pemenuhan Perpres tentang Kebijakan Satu Peta, pada skala 1 : 50.000, untuk 85 macam data tematik Kementerian dan Lembaga, masih belum terlaksana sepenuhnya, meskipun targetnya tgl 17 Agustus 2018 yang lalu seharusnya sudah selesai.

Baca juga :  Toys Kingdom Buka Toko Baru di Cirebon Superblock Mall Cirebon,

“Kalian mahasiswa Teknik Sipil dan Sistem Informasi harus peka dalam hal ini, ditangan kalianlah suksesnya Pembangunan Nasional,” Jelasnya.

Untuk informasi, Berdasarkan Undang Undang No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial khususnya pasal 1 ayat 1, 2, 3 menyebutkan bahwa spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi, letak dan posisinya.

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada dibawah pada atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam system koordinat tertentu.

Data Geospasial atau DG adalah data tentang lokasi geogradis, dimensi atau ukuran, dan/atau karateristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada dibawah atau di atas permukaan bumi.

Dari pantauan media dilokasi, hadir Ketua Dewan Geospasial Indonesia Ir. Samsul Hadi dan Narasumber dari Dewan Geospasial seperti Ir. Koesalamwardi, MSE dan Dr. Risnarto, APU serta hadir pula perwakilan lainnya dari Dewan Geospasial Indonesia.

Tidak hanya itu, para pendiri yayasan pun ikut Hadir seperti Ketua pembina YPP AKJ KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat, Rektor ISTA
Dr. Dede Rukmayadi, ST, M.Si, Wakil Rektor ISTA R. Muhammad Zuhriyanto, SE, MM, Dekan FST Drs. Budi Mulyatno, M.Si, APT, Dekan FTIKV Alim Hardiansyah, S.T, M.Kom, IPM, Kaprodi Teknik Sipil Andri Arthono, ST, MM, Kaprodi Sistem Informasi Purwanto, S.Kom, M.Kom
dan Beberapa dosen juga Beberapa Mahasiswa dari teknik sipil dan sistem informasi.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru