oleh

Julham Firdaus : Pelaku IKM Kecewa Terkait Pembuatan HAKI Tujuh Bulan Tak Ada kabar

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Tangerang Selatan, kembali menuai kritikan dari tokoh dan masyarakat Tangerang Selatan. Setelah “menelantarkan” kawasan destinasi kuliner IKM Tempe, Kampung Pulo, Kedaung, Pamulang. Kini Disperindag Tangsel yang dikomandani oleh Kadisnya drg. Maya Mardiana, kembali mendapat kritikan yang tajam dari pelaku usaha dan juga tokoh muda Tangsel Julham Firdaus.

Kepada KICAUNEWS.com, Agus Supriatna  (nama samaran-red) wirausahawan muda warga Setu, Tangsel, melalui telepon pribadinya, Rabu (19/12/18) siang menyatakan keluhan dan kekecewaannya terkait lambannya dukungan yang diberikan oleh Disperindag Tangsel.

“Saya sudah mengajukan 7 bulan lebih terkait Haki atau hak paten untuk merk produk barang yang saya produksi. Tapi sampai sekarang belum ada kabarnya bagaimana nasib Hak Paten merk dagang produk saya yang saya ajukan. Kalau ngantung beginikan jadi susah saya buat melangkah dalam mengembangkan usaha saya,” tandasnya.

Julham Firdaus 

Sementara itu ditempat terpisah, Julham Firdaus tokoh muda Tangsel yang juga ketua umum Bamus Tangsel, kembali melontarkan kritikan yang tajam kepada Disperindag Tangsel, terkait keluhan para pelaku IKM/UMKM Tangsel atas lambannya kerja dalam memberikan suport kepada para wirausahawan yang sedang tumbuh di kota jasa dan perdagangan Tangsel.

“Ini membuktikan tidak cerdasnya kinerja dari para pembantu Walikota Tangsel kepada masyarakat yang dilayaninya. Ngapain aja kerjanya 7 bulan, ngurus Haki kok ngak kelar-kelar. Emangnya bikin pesawat terbang, masa bikin Haki aja sampai 7 bulan lebih ngak kelar-kelar,” tandas Julham.

Julham Firdaus mempertanyakan fungsi dari inspektorat dalam mengawasi kinerja dari para ASN dan TKS dilingkungan Pemkot Tangsel, dalam memberikan pelayanan yang terbaik, cepat dan efektif kepada masyarakatnya.

“Buat apa ada sistem pelayanan online di Tangsel kalau membuat Haki saja sampai 7 bulan gak selesai-selaesai. Harusnya sepengetahuan saya, Satu minggupun itu sudah bisa selesai jika hanya membuat Haki saja. Perlu dievaluasi dan mendapat teguran yang sangat keras atau diganti saja oleh Walikota Tangsel, kinerja dinasnya yang model begini. Bukan sistemnya, tapi mental aparatnya yang buruk dan gak pantas jadi ASN pelayanan masyarakat orang-orang yang seperti ini,” pungkasnya.(BTL)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru