oleh

Nasib Kampung Tempe, Kedaung Terpasung Janji Dinas Indag Tangsel

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Sekian tahun menunggu dan berharap mendapatkan pembinaan terpadu oleh dinas industri dan perdagangan Kota Tangerang Selatan, ternyata cuma isap jempol belaka bahkan terpasung janji pejabatnya untuk menjadi orangtua angkat para pengrajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) kampung Tempe, di Kampung Pulo, RT 004/020, kelurahan Kedaung, kecamatan Pamulang.

Menurut Koordinator pengrajin tempe, Ipah ” Pasalnya, sudah 2 tahun terakhir ini tak ada perubahan sama sekali, berdalil menjadikan kawasan ini sebagai destinasi kuliner hanya mimpi disiang bolong, malah program yang ditawarkan dinas indag tak tak ada sama sekali”. Ulasnya.

Berdasarkan pantauan awak media,  Selasa (11/12/18) pagi, kondisi kampung tenpe cukup memprihatinkan. Rencana dan program-program yang dibuat oleh Pemerintahan melalui dinas indag tangsel omdo tak berbuah hasil apapun

Ipah kembali menjelaskan masyarakat pengrajin Tempe, Kampung Pulo, Kedaung saat ini justeru kesulitan masalah yang sama masih terjadi seperti masalah air, pengadaan alat pemisah kacang kedelai dengan kulitnya serta masalah pengadaan mesin packaging”.

“Sejauh ini kami hanya diberikan pembinaan berupa pelatihan-pelatihan yang sifatnya umum saja, tanpa ada solusi masalah yang kami hadapi” Tukas Ipah singkat.

Sementara itu, Ferry Fayakun selaku Kabid Indag Tangsel saat dikonfirmasi pekan lalu melalui whatshap, mengklaim jika disperindag Tangsel sudah melakukan pembinaan untuk kawasan kampung Tempe Kedaung, Pamulang terkait mutu produk, deversifikasi produk serta masalah keamanan pangan.

“Kami sudah melakukan berbagai pembinaan rutin seperti yang saya sebutkan diatas,” Pesannya.

Ditempat terpisah, Julham Firdaus tokoh muda yang dikenal kritis dalam menyoroti proses pembangunan di Tangerang Selatan, mengkritik Walikota Tangsel  yang kurang dapat mengawasi dan memperhatikan program serta kinerja para OPD nya.

“Keterlaluan jika sampai 2 tahun lebih tidak ada langkah kongkrit untuk merealisasikan janji dan programnya menjadikanya  kawasan destinasi wisata kuliner penghasil Tempe Tangsel,” tandas Julham

” Saat ini teknologi sudah semakin modern dan canggih untuk menghasilkan produk-produk kuliner yang baik, sehat serta terjamin keamanannya. Jangan asal berjanji hingga memasung kreatifitas pengrajin, kalau tak mampu jangan janji janji”.

” Program dinas itu dibiayai oleh negara melalui uang rakyat kalau kerja hanya memasung dan berjanji itu sama saja membodohi masyarakat, kasihan masyarakatnya tidak akan dapat maju dan menghasilkan produk yang berkualitas serta berdaya saing dengan kompetiter lain jika dipermainkan selalu,” Kata Julham

“Jika produk yang dihasilkan tidak kompetitif,  tidak sehat, tidak berkualitas dan tidak memenuhi standarisasi yang telah disyaratkan dalam industri perdagangan, kapan bisa maju dan bersaing para pelaku IKM dan UMKMnya.  Nafas UMKM itu modalnya ada ditangan pejabat kreatif dinas indag tangsel, Hidup pengrajin tempe tidak akan berubah sama sekali bahkan kawasan kampung tenpe kampung pulo kedaung cuma menjadi mimpi disiang bolong

” Itu artinya negara atau pemerintah dalam hal ini disperindag Tangsel tidak pernah hadir bahkan  gagal dalam mengurus dan membina masyarakatnya,” Tutup Julham

Smn/Trs

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru