oleh

Aktivitas parkir di Ruko BSD Sektor 4 dan 7, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meresahkan. Aktivitas parkir tersebut diduga ilegal dan tidak berijin.

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Salah seorang warga S (Bukan nama sebenarnya, red) mengatakan dipungut parkir oleh pengelola yang diduga tak berijin atau liar. Padahal sudah ada spanduk pengumuman dari Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Tangsel terkait lahan parkir yang dalam status sengketa (Quo) sejak 5 November 2018.

“Pelayanan parkir yang saya lihat tidak memenuhi SOP parkir yang berlaku di Tangerang Selatan (Tangsel),” ungkapnya.

Dirinya beranggapan, semestinya bila mau Masuk/ Keluar baik Roda 2 maupun Roda 4 lazimnya menggunakan Portal Plang Otomotis.

“Tapi yang saya temui Portal Plangnya dibuka dengan cara manual menggunakan tangan tukang parkir, agar kendaraan bisa masuk. Saya berharap kepada Pemerintah atau dinas terkait dan stake holdernya, jika memang pengelola itu mengantongi ijin, ya diterapkan pelayanannya yang baik sesuai SOP, namun jika tidak ya harus ditindak,” imbuhnya.

Selaku Kepala Seksi Tata Teknis Parkir dan Terminal Dishub Tangsel, Mohamad Saptaji. Mengatakan, Parkir yang di BSD Sektor 7, sudah status quo sejak tanggal 5 November 2018.

“Itu sudah kita Kosongkan Bersama Kepolisian dan Pol PP sejak tanggal 05, Pukul 00:00 WIB,” tukasnya.

Dalam kronologi kejadian sebenarnya, S membeberkan, sekira pukul 21.40 WIB, Sabtu (8/12) malam itu mau belanja beras di Indomart, pertama saya masuk pintu parkir, petugasnya di depan portal tanya Nomor motor saya, lalu dicatat menggunakan pulpen dikertas warna hijau, setelah itu penjaga mengangkat Plang Portal menggunakan tangan.

Selanjutnya saya belanja di Indomartnya selama 5 menitan. Kemudian saya jalan mau Keluar Parkir yang jaraknya sekirs 3 menitan. Portal parkir dijaga dan loketnya juga, Di depan loket Keluar, petugasnya meminta uang parkir. Saat saya sodorkan 5 ribu, saya di beri kembalian 2 ribu rupiah,” ceritanya.

Baca juga :  Sambangi Aparatur Desa DiKantor Desa Kapolsek Rawanerta Polres Karawang Himbau Covid-19

Selain itu, mengaku kecewa, S juga mengatakan akan berlapor ke Pihak yang berwajib. “Saya akan berlapor/ aduan ke Tim Saber Pungli Polres Tangsel. Jangan lihat 3000 rupiahnya, jika di kalikan 200 motor yang masuk dan 300 mobil yang masuk, sudah berapa uang yang mereka kantongi, melaporkan hal ini agar pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat memperhatikan hal ini,” pungkasnya.

F/tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru