oleh

Impian Masa Depan Dunia Olahraga di Kota Bekasi Terkendala 4 P

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Setiap impian baik selalu menjadi motivasi setiap orang  untuk bisa diraih. Namun pastinya tak mudah untuk mewujudkan impian itu,  perlu rencana matang, kesiapan  diri dan tekad kuat. Membahas soal impian dunia olah raga di Kota Bekasi pun tak luput dari hal-hal itu.

Bahkan lebih jelasnya kata Abdul Muin Hafidz, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN ada 4 P yang harus dijalani dan menjadi acuan dasar bagi Pemerintah,  Legislatif,  KONI dan masyarakat untuk mewujudkan dunia olah raga tak hanya sebagai ajang prestasi tapi bisa menjadi industri.

Apa saja 4 P itu, Abdul Muin yang juga Ketua Cabang Olah raga (Cabor) Takraw, menerangkan bahwa 4 P itu adalah Perhatian, Pendanaan, Pembinaan dan Prasarana yang harus menjadi konsisten agar impian masa depan olahraga di Kota Bekasi bisa terwujud.

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Ian Rasyad Ketua KONI, Kadis Pemuda dan Olahraga, Teddy Hafni dan jajaran serta Pemerhati Olahraga, Akmal Marhali meramaikan acara diskusi publik dengan tema Masa depan dunia olah raga di Kota Bekasi yang digagas Kelompok Jurnalis Bekasi (Rujuk) yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Bekasi, Kamis (6/12) malam.

Menurut Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menjadikan olahraga sebagai budaya masyarakat Kota Bekasi menjadi salah satu komitmen Pemkot Bekasi dan sejalan dengan visi KONI Kota Bekasi. Maka dibutuhkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi yang dimiliki warga Kota Bekasi sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menjadikan olahraga sebagai budaya.

“Harus ada ide kreatif untuk memajukan prestasi olahraga di Kota Bekasi, dan kolaborasi ini bisa menghidupkan bidang seni, budaya dan olahraga, sekaligus mendongkrak ekonomi mikro masyarakat,” paparnya.

Baca juga :  SDN 03 Pondok Kacang Barat miliki Polisi Kebersihan

Senada juga diutarakan pemerhati olahraga Akmal Marhali bahwa SDM yang dimiliki Kota Bekasi menjadi ujung tombak membangkitkan dunia olahraga dengan aktif membiasakan olahraga dimulai dari olahraga yang sifatnya hobi, permainan sampai pada olahraga prestasi dan profesional.

“Fasilitas utility yang di sediakan Pemkot Bekasi seperti Stadion, GOR, taman kota, arena CFD bisa dimaksimalkan digunakan masyarakat untuk mengapresiasikan kecintaan berolahraga,” ungkap Akmal.

Sehingga kecintaan warganya pada olahraga terus berkembang dan budaya berolahraga pun secara pelan-pelan bisa terwujud dan impian meraih prestasi olahraga dan menuju industri bisa terwujud.

Kepala Dispora Teddy Hafni pun mengatakan pembinaan atlit olahraga memang membutuhkan biaya besar. Meski saat ini anggaran yang diterima Dispora masih minim hanya 4,5 miliar setahun, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin memberi perhatian serius pada dunia olahraga.

“Dan dana itu tidak hanya untuk bidang olahraga saja, untuk itu kita akan menggandeng CSR dari pihak swasta untuk ikut berpartisipasi,” jelas Teddy.

Dalam sambutannya Ketua Rujuk Bambang Kartono alias Tonce menjelaskan diskusi publik ini merupakan agenda Rujuk yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali. “Diskusi ini untuk membahas beragam isu atau permasalahan yang terjadi, dan kami mengundang narasumber yang berkompeten untuk bersama mencari solusi yang terbaik,” ujarnya. (Sofie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru