oleh

Panglima TNI: TMMD Membangun Imunitas Bangsa

JAKARTA,KICAUNEWS.COM — Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), kita tingkatkan Imunitas Bangsa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Muhammad Herindra M.A., M.Sc., pada saat pembukaan Rapat Paripurna (Rapurna) TMMD ke-39, bertempat di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap,  Jakarta Timur, Rabu (5/12/2018).

Menurut Panglima TNI, imunitas bangsa yang dimaksud adalah imunitas (kekebalan) dari berbagai permasalahan yang saat ini mengemuka seperti halnya radikalisme, terorisme, sikap intoleran, provokasi dan adu domba, serta penyalahgunaan narkoba.

“Itu hanyalah bagian kecil dari ancaman yang saat ini berkembang di masyarakat. Dibutuhkan pembangunan yang menyeluruh agar masyarakat memahami dan menyadari hal tersebut. Upaya itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, namun membutuhkan konsistensi, komitmen dan kerja keras seluruh komponen bangsa,”kata Panglima TNI.

Pada acara tersebut, Panglima TNI juga menegaskan bahwa TMMD yang dilaksanakan sejak tahun 1980 merupakan bentuk keterpanggilan dan partisipasi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional sampai ke seluruh wilayah NKRI. Selain itu, menurutnya, TMMD diarahkan pada daerah yang membutuhkan, seperti daerah terisolasi/terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan, daerah yang terkena bencana dan sebagainya.

“Pembangunan di wilayah pedesaan, sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, mempunyai arti yang strategis, akan meningkatkan taraf hidup dan kualitas masyarakat desa, yang merupakan salah satu sumber kekuatan dalam melaksanakan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta,” terang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) ini juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan desa berarti meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang akan menuju kepada terciptanya keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga :  Refleksi: HUT Ke 5 PemNas Gelar Diskusi Pemuda Dan Nasionalisme

“Melihat dari tujuan kegiatannya, TMMD sejatinya bukan program TNI semata, melainkan merupakan program terpadu lintas sektoral. TMMD sesungguhnya merupakan program bersama antara TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Pemda dan komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan bersama rakyat,” tegasnya.

“Dengan demikian, penyelenggaraannya harus melalui proses perencanaan yang matang dengan mengutamakan aspirasi dari bawah (bottom up planning). Proses ini mewadahi kepentingan masyarakat di daerah sasaran, secara komprehensif dan integral,”sambung Panglima TNI.

Panglima TNI menambahkan, sejak tahun 2017, TMMD mengalami perubahan yang semula dilaksanakan dua kali dalam setahun dan tahun ini ditambah menjadi tiga kali. “TMMD 2018 dilaksanakan di 150 sasaran dengan rincian setiap periode sebanyak 50 sasaran dengan kurun waktu pekerjaan 30 hari,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Panglima TNI juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut terlibat dalam program TMMD selama ini, termasuk kepada Pejabat Kepala Daerah, mitra media nasional maupun daerah serta Kementerian maupun berbagai instansi lainnya.

Selain Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Supartodi, S.E., M.Si  yang mewakili Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa selaku Ketua Penanggung Jawab Operasional (PJO) program TMMD, hadir dalam acara tersebut antara para Menteri atau yang mewakili, pejabat TNI, Polri, para  Pangdam dan Mitra/CSR, diikuti oleh 610 peserta terdiri dari Staf PJO TMMD, Tim Asistensi Kementerian/LPNK, para Aster dan Kapen Kotama/Kostrad/Kopassus, Pabandya Bakti TNI Sterdam, para Kepala Bappeda dan BPMPD Provinsi serta perwakilan Dandim dan Bupati Penyelenggara TMMD  TA. 2018 dan TA. 2019. (Dispenad) Sumber : CILANGKAP-tniad.mil.id

Editor : RAHMAT SALEH

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru