oleh

23 Caleg dan Pimpinan Parpol Ikuti Sosialisasi Panwaslu Kecamatan Johar Baru

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Sebanyak 25 orang Calon Anggota Legislatif tingkat DPR RI dan Provinsi DKI Jakarta Dapil Jakarta Pusat mengikuti sosialisasi pengawasan pemilu yang diselenggarakan oleh Panwaslu Kecamatan Johar Baru (Rabu, 28 November 2018) di Aula Kecamatan Johar Baru. 23 Caleg tersebut adalah yang berdomisili di wilayah Kecamatan Johar Baru dan daerah pemilihannya Jakarta Pusat. Selain Caleg, turut juga hadir Ketua Partai Politik Peserta Pemilu Tingkat Kecamatan Johar Baru.

Menurut Ketua Panwaslu Kecamatan Johar Baru, Sahat Dohar Manullang, dalam pengawasan pemilu yang mereka laksanakan selama masa kampanye, masih banyak caleg yang kurang memahami aturan Kegiatan Kampanye sehingga berpotensi terjadinya pelanggaran Pemilu.

“Dalam pengawasan yang kami lakukan sejak masa kampanye yang dimulai tanggal 23 September 2018, masih terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Peserta Pemilu. Karena itu, kami memandang perlu untuk mengundang Peserta Pemilu Tingkat Kecamatan termasuk calegnya, duduk bersama dan menyamakan persepsi dalam mematuhi undang-undang kepemiluan dan peraturan terkait lainnya”, Kata Sahat.

Lebih lanjut sahat mengatakan pelanggaran yang sering terjadi adalah pelanggaran administratif seperti, Kampanye tatap muka tanpa pemberitahuan, pemasangan Alat Peraga Kampanye tidak pada tempatnya dan penyebaran bahan kampanye tidak pada ketentuannya. Pelanggaran yang bersifat pidana pemilu relatif nihil, namun berdasarkan temuan Panwas ada temuan dugaan pelanggaran Pidana Pemilu di Johar Baru dan saat ini masih proses penanganan di Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Pusat. Kasus yang dimaksud adalah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Mandala Abadi dan Lucky Andriyani, Caleg dari PAN.

“Sejak dimulainya Kampanye Pemilu, pelanggaran yang terjadi di Johar Baru mayoritasnya adalah pelanggaran administratif, seperti pemasangan APK tidak pada tempatnya, penyebaran bahan kampanye tidak sesuai ketentuan dan melakukan kegiatan kampanye tanpa pemberitahuan. Namun ada juga dugaan pelanggaran pidana pemilu, dan saat ini itu sedang berjalan proses penangangannya”, ujar Sahat.

Baca juga :  Direktur Poldagri: Sosialisasi Pemilu Harus Di Galakkan

Sahat berharap melalui kegiatan sosialisasi kepada Caleg dan Parpol dapat menekan terjadinya pelanggaran pemilu sehingga pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019 di Johar Baru dapat berjalan tertib dan lancar.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para Caleg dan Parpol yang akan merebut simpati dan dukungan masyarakat dari Johar Baru dapat berkampanye sesuai dengan aturan sehingga wilayah aman dan kondusif. Dan Pemilu 2019 berjalan lancar di Johar Baru”, tutup Sahat.(Red)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru