oleh

KAWALI Warning Pejabat Abaikan Pengawasan Pencemaran Limbah Minyak di Kepulauan Seribu

JAKARTA, Kicaunews.com – Terjadi lagi, Sampah kiriman bercampur limbah PEK melintas dan terdampar di sepanjang kepulauan Seribu.

Limbah PEK di Duga dari Kilang Migas di kepulauan seribu dan limbah sampah bisa jadi berasal dari kiriman dari sungai Ciliwung di DKI, Banten dan Jawa Barat .

Durektur Nasional Eksekutif Koalisi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI), Puput D Putra mengatakan pencemaran PEK dan sampah ini sudah sering terjadi. Perlu di pertanyakan kinerja para pejabat terkait dan khususnya  Dirjen- dirjen terkait yang gagal melaksanakan amanat UULH Th 23/97 lebih baik mundur dari pada diberhentikan tidak hormat atas ke gagalan dalam menjalankan mandat  negara  yangg lalai dalam pekerjaannya.

Berdasarkan Pasal 112 UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkunan Hidup,
Setiap pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dan Pasal 72, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun .

“Pencemaran limbah Minyak (PEK) ini diduga di sebabkan adanya dampak dari aktivitas explorasi kilang minyak yang ada disebelah timur (Kepulauan seribu utara, nyaris diperbatasan),” jelasnya.

KAWALI menghimbau kepada pemerintah dan stake holder terkait untuk tegas menyikapi terjadinya pencemaran ini yang sudah sering berulang kali terjadi di kepulauan seribu.

KAWALI dan warga kepulauan seribu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera menindak tegas dan memberikan sangsi sebenar-benarnya kepada perusahaan pelaku pemcemaran tersebut dan menindak akan kelalaian kerja dan pengawasan Pejabat yang berwenang dalam dalam hal kasus Pencemaran ini, tegas Puput.

Baca juga :  Sosialisasi Memberikan Arahan Maklumat Kapolri Tentang Pemilihan Tahun 2020

“Dampak pencemaran minyak ini tentunya  merusak kondisi ekosistem lingkungan laut di kepulauan seribu dan ini sudah sering berulang-ulang terjadi,” kata Puput prihatin. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru