oleh

Kecewa Kinerja Polres Bogor, Sudah 4 Tahun Kasus Pengerusakan dan Pengeroyokan Dipetieskan

BEKASI, Kicaunews.com – Kasus pengerusakan dan pengeroyokan yang terjadi 4 tahun lalu yang dilakukan salah satu Ormas Banteng Bogor Raya (BBR) dalam acara pentas Seni Budaya di Desa Ranca Bungur, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor , 16 Desember 2014 silam “mandeg” dan tak ada kejelasan.

Surat Rachmanto selaku pelapor mengaku kecewa dengan kinerja Kepolisian  Polres Bogor yang diduga ada oknum yang sengaja membiarkan kasus tersebut dipetieskan.

“Sudah empa tahun saya mempertanyakan kasus saya, tapi sampai detik ini pihak Kepolisian Polres Bogor tidak ada tindak lanjutnya. Padahal barang bukti dan saksi sudah diserahkan dan dimintai keterangan,” ungkap Surat Rachmanto heran, Senin (26/11/2018).

Awalnya dia melaporkan kasus itu ke Polsek Kemang, Bogor dengan laporan Polisi Nomor, LP/501/B/XII/2014. Kemang, namun kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Bogor tertanggal, 25 Januari 2015 sesuai surat pengalihan perkara  No. B/15/I/2015/Reskrim.

Dalam kronologis awal kasus yang menimpa dirinya, pada 16 Desember 2014, Surat Rachmanto mengaku diberikan kepercayaan oleh Lurah Cimulang Rancak Bungur, Bogor, Zaenuri untuk menggelar acara pentas seni budaya untuk memperingati ulang tahun desa tersebut.

Sebagai pimpinan event organizer dirinya telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara tersebut sesuai perjanjian dengan Lurah Zaenuri. Pada saat acara dimulai tiba – tiba datang segerombol orang yang mengaku dari Ormas BBR merusak tenda dan menganiaya krew event organizer.

Lalu Rachmanto datang ke lokasi untuk mengetahui peristiwa itu, di lokasi acara para oknum dari Ormas BBR mengamuk dan marah lantaran uang yang mereka minta sebagai uang “jago” tak semuanya dikabulkan. Karena panitia tak ada uang, mereka hanya diberikan uang sebesar Rp. 5 juta dari Rp. 15 juta yang mereka mint. Itupun kata Rachmanto uang patungan dari para pedagang.

Baca juga :  Kasus dugaan KKN Pengadaan Obat di Dinkes Kota Bekasi Mandeg Di Kejati Jabar

Untuk itu sebagai warga negara yang berhak mendapatkan keadilan hukum yang telah terdzolimi oleh oknum Ormas yang sampai saar ini polisi pun tak memprosesnya untuk menyelidiki dalang sebenarnya.

“Saya mencurigai adanya oknum aparat dan pejabat desa yang menyebabkan kasus ini mandeg,” bebernya.

Untuk itu dirinya memohon agar pihak aparat kepolisian sebagai ujung tombak dalam hal penanganan perkara pidana merealisasikan kasus yang telah menelan kerugian baik materi dan imateri itu.
“Kasus pengrusakan dan penganiayaan yang sepatutnya harus ditegakan keadilan hukum kepada pelaku sesuai dengan pasal 170 KUHP pengrusakan dan penganiayaan,” ujar Rachmanto.

Sementara Aiptu. Isa Ismail, Penyidik Pembantu Unit 4 (empat) Polres Bogor ketika dikonfirmasi wartawan melalui Whatsapp nya, mengatakan, berdasarkan hasil dari gelar perkara pihak Penyidik membutuhkan minimal dua orang saksi dari pihak pelapor (Surat Rachmanto-red) lagi, selain saksi dari Penyidik. Dan juga membutuhkan Barang bukti (BB) yang ada di pelapor.

“Saya sudah mendatangi saksi saksi sesuai yang diberikan oleh pelapor, tetapi sampai saat ini saksi saksi tersebut tidak pernah datang ke kantor kami di Polres Bogor,” pungkasnya.

Pernyataan Aiptu Isa Ismail itu dibantah oleh Surat Rachmanto yang juga merupakan pelapor dan korban. “Barang Bukti sudah saya serahkan semua ke Polsek Kemang ketika saya membuat laporan di Polsek Kemang, dan semua ada tanda terima,” tegasnya.

Bahkan kata Surat Rachmanto mengaku oada saat itu saksi sudah saya hadirkan sebanyak 11 orang, malah lebih dari cukup jumlah saksi yang diminta polisi.

” Mana slogan Promoter nya ?,” tanya Rachmanto.

Atas perkara ini, dirinya sudah melaporkan ke Propam Polres Bogor, namun sampai sejauh ini perkara saya pun tidak ada titik terangnya juga.

Baca juga :  Pemkot Tangerang Apresisasi Raperda Inisiatif, Begini Komentar Fraksi Gerindra

Lebih lanjut Rachmanto berencana akan melaporkan penyidik yang menangani perkaranya ke Propam Mabes Polri, pungkasnya. (fie)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru