oleh

Sekdis Tenaga Kerja Akhirnya Ditahan, Diduga Dalang Penggelapan 100 Ton Beras Bantuan Korban Bencana

BEKASI, Kicaunews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi akhirnya menahan satu lagi tersangka kasus penggelapan beras bantuan korban bencana,
Sekertaris Dinas Tenaga Kerja, Heri Ismirady (HI) yang diduga dalang dari tindakan korupsi yang menyeret dua anak buahnya, Senin (26/11/2018).

Kejari akhirnya telah menahan tiga tersangka,  yang mana sebelumnya dua tersangka AD dan FS sudah terlebih dulu ditahan  dalam kasus penggelapan beras bantuan buat para korban bencana Kota Bekasi sebanyak 100 ton.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dengan lancang memalsukan tandatangan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dari tahun 2016 dan 2017 untuk perbuatan korupsi.

Tak ampun lagi, ketiganya langsung ditahan dan Desember mendatang kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan.

Mereka  disangkakan telah bersekongkol melakukan pencairan cadangan beras bantuan untuk korban yang diberikan Perum Bulog.

Menurut Kepala Kejari Kota Bekasi, Hermon Dekristo, proses penyidikan perkara yang melibatkan tersangka HI akan segera dituntaskan dalam waktu beberapa Minggu kedepan.

“Proses penyidikan akan dipercepat mengingat status para tersangka sudah ditahan.Kemungkinan Desember 2018 ini dipastikan sudah dilimpahkan ke pengadilan,” kata Hermon dilansir dari Koranbekasi.id.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Hermon Dekristo, Mengatakan Ancaman Penjara Bagi Tersangka HI Diatas Lima Tahun

Hermon mengungkapkan penahanan itu dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap HI sebagai tersangka. Dengan demikian, tersangka HI pun langsung langsung ditahan guna mempercepat proses hukum.

“Tersangka HI kami tahan karena statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa 13 November lalu,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Kejari, tindak pidana yang dilakukan HI beserta dua pejabat lainnya telah merugikan negara sekitar Rp1,8 miliar dalam kurun dua tahun, yakni 2016 dan 2017. Pada 2016 lalu, mereka mengajukan permohonan cadangan beras pemerintah kepada Perum Bulog Karawang.

Perbuatan itu dilakukan sebagai tindak lanjut penerbitan surat siaga bencana darurat oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi. Mereka juga melampirkan data-data korban bencana banjir, termasuk surat penetapan siaga bencana.

Baca juga :  Kemenperin Perkenalkan Teknologi Komputasi Awan Kepada IKM

Oleh Perum Bulog, permohonan itu disetujui dan mereka menerima bantuan beras sebanyak 100 ton dari gudang Bulog yang ada di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Namun hanya 1,3 ton saja yang disalurkan oleh tersangka AD dan FS.

Sementara sisanya dijual ke pedagang yang ada di Pasar Baru Bekasi.
Kemudian pada 2017 lalu, AD dan FS mengulangi perbuatannya atas perintah HI, selaku Sekretaris BPBD Kota Bekasi saat itu.

Oleh karenanya, tersangka AD dan FS membuat surat palsu dengan menscan tanda tangan Walikota Bekasi. Guna meyakinkan keaslian dokumen itu, mereka pun kembali melampirkan data-data korban bencana.

Akibat perbuatan itu, katanya, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pertama UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Ancaman penjara di atas lima tahun. (fie)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru