oleh

Diduga DD Fisik Betonisasi Desa Panyingkiran Kidul Menyimpang Aturan Kemendes

Indramayu, Kicaunews.com – Pekerjaan rabat beton Desa panyingkiran kidul yang bersumber  anggaranya dari Banprov dan DD tahap 3 Tahun 2018, dugaan itu diperkuat dengan hadirnya para tim teknis dari luar desa, mulai pengaturan pekerja sampai pengaturan ketinggian beton, semuanya bukan orang desa setempat, Padahal di desa setempat banyak tim teknis, Bahkan ada yang  punya CV, jadi Cuma kamuflase saja untuk melegalkan kegiatan Mereka saja.

Saat reporter Kicaunews klarifikasi sama tokoh masyarakat “Ya itu ma Cuma akal- akal Kuwu, dan para pemain di dalam proyek “ Terang Mukti warga sekaliGus anggota pemuda Pancasila (PP) kecamatan Cantigi Indramayu, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya juga sudah tercium proyek itu mau di borong, oleh saudara midi warga desa panyingkiran kidul, sementara midi sebagai rekanan sodara H, gono warga desa tugu kecamatan sliyeg kabupaten Indramayu.

Setelah kicaunews mewancarai salah satu pekerja inisial jj yang berasal dari desa Plumbon bahwa pekerjaan itu benar yang nangani Kuwu tapi semua teknis sampai pembelian ready mix H, gono, terang jj dalam wawancara tersembunyi “ yang melaksanakan si kuwu, Cuma yang menangani semua teknis dari tim H, gono”  ungkap jj Kamis (22/11/2018) kemarin.

Hal yang sama juga di ungkapkan masyarakat setempat yang tergabung organisasi “Masyarakat Muda Peduli Desa” (MMPD). Muhammad Irfai, memang pekerjaan tersebut di kerjakan bukan orang sini, terlihat banyak orang luar desa, Kalau pekerja kasarnya si emang orang sini, Dari blok pintu air, Tapi tim teknis semuanya orang luar, Mulai yang ngukur dari awal sebelum pekerjaan juga bukan orang sini, Karena Irfai tahu mana orang sini dan mana orang luar,

“Betul pekerjaan rabat beton blok H. Ustam di kerjakan oleh pihak ketiga PT nya apa saya tidak tahu, yang jelas bukan orang sini, Saya faham kalau orang panyingkiran kidul, Tapi Meraka itu bukan orang sini”  jelas irfai

Baca juga :  Pilgub DKI 2017, MKJ : Jakarta Tak Perlu Import Cagub Dari Daerah

Kabar itu sebenarnya sudah menjadi buah bibir di masyarakat setempat bahwa pekerjaan proyek itu di kerjakan oleh orang luar desa, Untuk mengelabuhi publik dengan memasukan warga setempat sebagai pendampingnya, Agar seolah–olah di kerjakan oleh orang pribumi, Pada hal pekerjaan itu di borongkan oleh pihak lain, Dan untuk memperkuat modusnya dengan melibatkan pekerja lokal,

Hal itu terlihat banyak orang luar desa sebagai pengawasnya, hal itu di terangkan oleh warga setempat sentana, Sentana pun pernah memprotes pekerjaan itu, karena ketinggian yang ada dengan yang di papan proyek sangat jauh berbeda, di papan proyek terlihat dengan jelas ketinggiannya 15 cm sementara di lapangan Cuma 8 cm, untuk menutupi modus itu, di pinggirnya seolah-olah tebal, Dengan ketinggian samping 12cm, Dan lebih aneh lagi anggaranya, 2 kali anggaran di kerjakan satu kali, Sementara anggaran yang ke 2 tidak di pasang mambornya proyeknya, Tegas sentana ketika di mintai konfirmasi oleh media kicaunews

“Kami warga sini kecewa dengan ketebalan beton, Ketebalan di tengah itu rata Cuma 7- 8 cm , sementara besi tidak ada, Saya takutkan baru satu tahun sudah hancur lagi, Lalu siapa yang di rugikan? Jelaskan masyarakat sekitar sini” pungkas sentana

Hal itu di perkuat dengan tidak melibatkan tim PPK dalam perancangan jalan betonisasi, Casmana selaku PPK di tugasi mengawasi saja, Sementara masalah pekerjaan dia tidak tahu, Ketika media melakukan wawancara dengan menyamar sebagai masyarakat biasa, Hingga semuanya terbuka.

“Saya Cuma di tugasi mengawasi pekerja, Masalah siapa yang borong saya tidak tahu, Saya Cuma di suruh pa Kuwu mengawasi pekerja itu saja, Selebihnya Pa Kuwu,”singkat casmana. (MT jahol)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru