oleh

Tiga Caleg Perempuan Dapil 3  Tamsel  Bicara soal Impiannya Memberdayakan Perempuan

BEKASI, KICAUNEWS.COM -Pembahasan soal potensi perempuan di Pemilu legislatif (Pileg) di 2019 mendatang memang menarik dibahas. Keterwakilan perempuan 30 persen pun menjadi syarat keharusan bagi peserta pemilu ikut dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Diskusi publik dengan tema peluang caleg perempuan meraih kursi legislatif yang dimotori oleh komunitas anak muda Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Warung Bekasi menarik untuk disimak peserta dan undangan yang digelar di Hotel Home Metland Tambun Selatan (Tamsel), Kamis (22/11/2018).

Moderator Chandra yang memandu diskusi publik mencoba memberikan kesempatan kepada narasumber yang terdiri dari Panwas Tamsel, Roni Hartefa, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)Tamsel, Moh. Sahil dan 3 Caleg perempuan dari Dapil 3 Tamsel, Partai Demokrat Daryanti Rustiana Lestari ,Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ida Rustini Idrus dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Murni Siregar untuk mengemukakan apa saja yang akan menjadi visi misinya kelak menjadi dewan terhormat jika terpilih.

Sepertinya para tiga caleg perempuan ini begitu antusias memaparkan apa yang bakal mereka perjuangkan khususnya untuk memberdayakan perempuan dan mengangkat harkat martabat perempuan Indonesia.

Caleg Daryanti dari Partai Demokrat menilai peranan perempuan di dunia politik di era demokratis menjadi wadah bagi perempuan Indonesia untuk memberikan sumbangsih dan andilnya terhadap kepentingan bangsa dan negara.

“Perempuan jangan dianggap sebelah mata karena potensi, kemandirian dan keilmuannya mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan dan  bangsa. Mereka harus diberikan ruang diberbagai bidang baik dalam komunitas, organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara,” ujar Daryanti yang juga salah satu aktivis Komisi Perlidungan Anak Indonesia(KPAI) Kabupaten Bekasi.

Begitu juga dengan Caleg dari PKS yang juga sebagai istri mantan Calon Walikota Bekasi Nur Supriyanto, Ida Rustini Idrus yang menyebutkan kemandirian dan keuletan perempuan jika diberdayakan secara profesional mampu membantu suami menggerakan ekonomi keluarga. “Meski demikian perempuan tetap menjadi seorang ibu dan sekaligus istri yang patuh dan taat pada suami sebagai istri sholehah,” ungkapnya.

Baca juga :  Lomba Orasi Mahasiswa Sumatera Selatan Dan FGD " Payo Jago Kota Kita "

Sedangkan Murni Siregar dari PSI mengaku dirinya terpanggil untuk memberdayakan kaum milenial dan anak-anak jalanan untuk diberikan edukasi dan pembinaan kearah produktifitas yang menjadi bakat dan minatnya. “Anggaran pemerintah yang ada nantinya bisa kita kawal dan disalurkan kepada mereka yang berhak sehingga tepat sasaran dan manfaatnya, dan bisa dirasakan oleh mereka, yang selama ini dirasa jauh dari harapan,” terangnya.

Sementara saat disinggung soal alat peraga kampanye (APK) yang ditempel di pohon dan fasilitas umum, Panwas Tambun Selatan , Roni Harefa selaku divisi pengawasan, pencegahan dan hubungan antar lembaga menganggap para caleg dan para pendukungnya banyak yang melanggar peraturan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan himbauan agar para caleg untuk mentaati aturan, tempat mana saja yang dinilai melanggar. Pengawasan dan pelaporan sudah kami lakukan, kami dan  petugas satpol pp berhak untuk mencopotnya,” jelas Rony.

Rony menegaskan semua pelanggaran sudah dibuatkan pelaporannya dan sanksi administrasi bagi pelanggar  bahkan  mereka  kemungkinan bisa dikenakan pidana jika sudah melakukan pelanggaran berat, kata Rony lebih lanjut.

Sementara Ketua penyelenggara diskusi publik Suganda mengaku sangat senang dengan antusias peserta yang hadir ikut mensukseskan acara. “Mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan kami mempertemukan masyarakat dengan para caleg secara interaktif dan mendengar langsung program dan visi misinya membawa manfaat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pileg nanti,” tutup Ganda. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru