oleh

Ustadz Adjie Nung : Maulid Nabi Jadi Moment Pemimpin Bangsa Mensuritauladani Sifat Mulia Rasulullah

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen yang membahagiakan umat muslim di penjuru dunia. Dalam hadist disebutkan bagi orang yang gembira dan senang menyambut kelahiran Nabi SAW maka dia akan mendapatkan kesenangan di akhirat kelak.

Demikian yang disampaikan Ustad H. Nur Anwar Amin atau yang dikenal dengan sapaan Ustad Adjie Nung dalam perayaan Maulid Nabi SAW di Majelis Taklim Nurul Yaqin Bekasi Utara yang sudah berdiri sejak 1980,  Sabtu (18/11/2018).

Ustadz Nung menyebutkan dalam satu hadits, Rasulallah diriwayatkan berkata bahwa Abu Lahab diringankan azabnya pada setiap hari Senin. Kok bisa, padahal dia musuh besar Rasulullah? Ya, sebab dia berbahagia ketika Rasulallah dilahirkan. Maklum, secara garis keluarga, Nabi masih terhitung keponakan Abu Lahab sehingga dia bahagia ketika Nabi dilahirkan.

“Dengan momen peringatan maulid Nabi SAW, kita akan mendapatkan suritauladan dari sosok pribadi beliau yang sangat mulia, sifat Amanah, Sidiq, Fathonah dan Tabligh sebagai penuntun hidup kita menjadi selamat dunia akherat,” terangnya pada ratusan jamaah MT Nurul Yakin yang antusias mendengarkan tausiah.

Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.

Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm 4-5]

Baca juga :  Diduga Perusahaan ‘Jagoan Pejabat’ Tak Lolos Kualifikasi, Dua Proyek DPUPR Di-Upload Ulang

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.

Fathonah Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
“Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya,” jelas Ustadz Nung.

Kemudian sifat Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.

Untuk itu Ustadz Nung berpesan agar di tahun politik ini jadilah pemimpin – pemimpin kita di Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden yang bisa mencontohi sifat  – sifat mulia baginda Rasullah SAW dalam memimpin rakyatnya.

“Kita pun dituntut untuk selalu mengingat dan mengajarkan sifat – sifat Baginda Rasulullah kepada anak cucu kita,” pungkasnya usai acara yang dihadiri pula anggota DPRD Kota Bekasi Bpk. Ahmad Ustuchry,
dari Partai PKB, Ketua ta’lim Mahfujoh, guru pengajar Ustadzah Rohimah dan Ustadz Siroj tajudin. (fie)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru