oleh

Walkot Bekasi Ngaku Belum Terima Surat Penetapan Tersangka Camat Pondokgede, Padahal Status Tersangka Sudah 3 bulan

BEKASI, Kicaunews.com – Hampir tiga bulan lamanya kasus pemalsuan akte tanah yang disangkakan kepada Camat Pondokgede, Mardanih ternyata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku belum menerima surat penetapan tersangka Camat Pondok Gede tersebut.

Lantaran alasan itulah Walikota tidak bisa mencopot jabatan Camat yang disandang Mardanih, meskipun kasusnya sudah bergulir sejak Agustus lalu dan secara terus terang Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan status Mardanih sudah menjadi tersangka.

Perhatian Pemkot terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung masalah hukum menjadi perhatian serius. Seperti yang diucapkan Bang Pepen demikian ia akrab disapa, menegaskan, apabila seorang pejabat publik tersangkut kasus hukum pidana, kemudian telah ditetapkan sebagai tersangka maka yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya.

“Sampai saat ini saya belum menerima surat penetapan tersangka (Mardanih). Kalau belum menerima, apa musti saya berhentikan jabatannya?” ujarnya saat ditemui usai memimpin Apel Gabungan di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (19/11/2018).

Padahal Polrestro Bekasi Kota yang menangani kasus tersebut telah menetapkan Mardani dan seorang staf Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai tersangka.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, dalam setiap wartawan menanyakan perihal kasus Mardanih  dalam setiap kesempatan dengan awak media membenarkan status yang ditetapkan kepada keduanya.

Saat itu Indarto menyebut pihaknya telah mengantongi dua bukti kuat yang dijadikan dasar penetapan tersangka atas kasus pembuatan pemalsuan akta tersebut, seperti yang pernah diberitakan sebelumnya di media ini.

“Kalau kami sudah tetapkan seseorang sebagai tersangka, itu artinya kami sudah punya minimal dua barang bukti,” cetusnya beberapa waktu lalu. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru