oleh

Rekontruksi Pembunuhan Satu Keluarga, Keluarga Korban Histeris Tuntut Hukuman Mati

BEKASI, Kicaunews.com – Puluhan warga memadati lokasi konstruksi  kasus pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II, RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/18) mulai pukul 10.00.

Sejumlah kerabat korban juga tampak histeris meneriaki Haris Simamora (HS) Si pelaku pembunuhan keluarga Nainggolan di lokasi. Mereka  merasa tak terima keluarganya dibantai secara sadis oleh pelaku yang justru masih ada hubungan karib dengan korban.

Kerabat itu berteriak agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Terlihat mereka juga ingin merangsek masuk area rekonstruksi yang sudah dipasang garis polisi.

“Izinkan saya masuk, saya melihat langsung tuh HS. Kejam itu iblis,” kata Intan Sitanggang, kerabat almarhum Daperum Nainggolan, di lokasi rekontruksi, Rabu (21/11).

Ia terus berteriak bersama keluarga lainnya dan warga sekitar. Umpatan itu terus diutarakan keluarga korban.

“Habisin saja tuh pak polisi, jangan hukum mati saja. Tapi siksa dulu tuh pelaku. Kalau perlu cabutin giginya satu per satu,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan tersangka Haris Simamora yang masih kerabat korban, tega melakukan pembunuhan.

“Gila memang tuh orang, anak kecil juga ikut dibunuh. Tidak punya otak. Itu Diperum (korban) kasihan sudah anak yatim, hidupnya sejak kecil tuh susah, kok dia iri akan kesuksesannya. Pak polisi izinin nanti saya masuk, mau saya cakar-cakar tuh mukanya,” papar Intan.

Kapolres Metro Bekasi Kota,Kombes Pol Indarto dalam jumpa persnya menjelaskan, adapun rekonstruksi ini dilaksanakan untuk mensinkronkan semua alat bukti yang sudah diperoleh dari keterangan tersangka, laporan forensik dan keterangan saksi-saksi.

Tujuannya reka ulang ini untuk membantu mengeluarkan alat bukti. Menurut dia, rekonstruksi ini akan dilaksanakan di beberapa tempat mulai dari TKP pembunuhannya, tempat menyembunyikan mobil, tempat berobat ke dokter sampai pelarian ke Garut.

Baca juga :  Akreditasi Sebagai Parameter dari Perilaku Akademik Suatu Kampus, Apakah Masih Relevan dengan Era Industri 4.0?

“Jadi, rekonstruksi hari ini akan dimaksimalkan. Ada 62 adegan yang akan diperagakan tersangka,” ungkapnya (fie)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru