oleh

Gannas Datangi Penjual Obat, Berkedok Toko Kosmetik

TANGSEL, KICAUNEWS.COM  – Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai gencar melakukan inspeksi lapangan, maraknya toko obat di wilayah Kecamatan Pondok Aren yang menjual obat jenis Tramadol tanpa resep dokter. Dari hasil temuan di lapangan, disimpulkan bahwa penjualan obat keras atau daftar G didominasi di toko kosmetik.

Ketua Gannas Tangsel Ahmad Yani mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan swepping apalagi menggeledah. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan POM, Satpol PP serta aparat yang berwenang untuk menanggulangi penyebaran obat ilegal ini.

“Ya sedang kita lakukan peringatan kepada pemilik toko obat secara berkala agar penyebarannya bisa dibatasi. Kita akan gandeng intansi terkait agar bisa mengurangi toko obat-obatan ilegal seperti ini,” kata Yani, saat mendatangi salah satu toko diJalan H.Basir RT 03/02 Kelurahan Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, Rabu, (21/10/2018).

Kedatangan sejumlah Satgas Gannas bersama tokoh masyarakat didampingi ketua RT setempat, menurut wakil Ketua Gannas Ardiansyah, pihaknya menerima pengaduan dari warga yang sudah merasa resah karena banyak anak-anak muda yang melakukan transaksi pembelian obat-obatan ilegal di toko tersebut. Namun disesalkan pemiliknya tidak ada ditempat.

“Kita kecewa pemiliknya tidak ada ditempat. Kita akan memberi sanksi kepada para penjual yang masih berani menjual Pil Tramadol, Eksimer, Dekstro dan sejenisnya, tanpa adanya resep dari dokter, “ujar Ardiasyah.

Sementara itu Ketua RT Suryadi meminta kepada pemerintah pemilik toko yang masih berani menjual obat terlarang, untuk ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dia menyampaikan apresiasi untuk Gannas salah satu Ormas yang peduli terhadap bahaya Narkoba.

“Untuk sama-sama mengatasi peredaran pil type G yang sangat membahayakan generasi muda, tentunya Gannas, harus bekerjasama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan tindakan tegas kepada penjual obat yang berkedok toko kosmetik, “kata Suryadi

Baca juga :  Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Kepada Masyarakat Binaan

Dikonfirmasi soal itu, salah satu penjaga toko yang tidak mau ditulis nananya mengakui jika tokonya menjual obat tersebut. menyebutkan, satu bungkus Exsimer dengan isi 5 butir dijual dengan harga Rp20 ribu. Sedangkan satu tablet Tramadol HCI dengan isi 10 butir dijual dengan harga Rp50 ribu.

Ironisnya, ditanya soal bebasnya toko obat itu menjual. Ia mengaku, bos pemilik toko sudah berkordinasi dengan salah seorang oknum untuk pengamanan. “Bos kami sudah berkordinasi (memberikan setoran bulanan-red) agar toko bisa berjualan obat dengan aman. Untuk jumlah setoran yang diberikan nominalnya saya tidak tahu karena itu urusan bos, “ujarnya.

Abah/Tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru