oleh

Keputusan PB HMI Soal LKMI Rancuh, Peserta Munas Minta Saddam Al Jihad Bersikap Tegas !

KICAUNEWS.COM – Polemik Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam ditingkat Badan Koordinasi Nasional, saat ini masih belum menemui titik terang. Hal ini dipicu akibat dari hasil rapat harian yang digelar oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beberapa hari lalu, yang mengesahkan saudara Repil Ansen menjadi formateur.

Padahal, berdasarkan hasil Munas Badan Koordinasi Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam Ke XIV, menetapkan saudara Fachrurrozy Basalamah sebagai formateur terpilih. Hal itu pun rupanya berdampak negatif kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.

Peserta Munas Bakornas LKMI Ke XVI, Rizki Sarson dalam keterangan tertulis, seperti diterima redaksi, Minggu (18/11) mengatakan, pihaknya bersama seluruh LKMI se Indonesia, meminta agar Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad, segera mengambil langkah dan bersikap tegas atas keputusan yang tidak masuk akal, dan bertentangan dengan konstitusi HMI.

“Kami sangat mengharapkan sikap tegas dari ketua umum PB HMI dalam memberi keputusan, sudah sangat jelas, bahwa hasil munas ke-XIV Bakornas LKMI PB HMI telah menetapkan saudara Fachrurrozy Basalamah menjadi Direktur Bakornas LKMI PB HMI,” kata Rizki.

Besama puluhan kader LKMI Lintas Cabang, Rizki juga mempertanyakan soal keputusan rapat harian yang menetapkan Repil Ansen sebagai Direktur Bakornas LKMI. “Mengapa di rapat harian PB HMI, tiba-tiba menetapkan Repil Ansen sebagai Direktur Bakornas, itukan melanggar konstitusi.” Tegas Rizki.

Seperti diketahui sebelumnya, Direktur Bakornas LKMI adalah dr. Taufan Naruta, saat ini Ia menjabat sebagai bendahara umum PB HMI mendampingi Respiratori Saddam Al Jihad. Berdasarkan narasumber terpercaya, keputusan rapat harian PB HMI, atas penetapan saudara Repil Ansen, di interpensi oleh dr. Taufan yang saat ini menjabat sebagai Bendahar Umum PB HMI.

“Sekali lagi saya tegaskan bawah hasil Munas ke-XIV telah menetapkan saudara Facrurrozy Basalamah menjadi Direktur Bakornas LKMI PB HMI,” kata Rizki.

Selain itu, Rizki bersama seluruh kader LKMI lintas cabang itu juga mengugat atas keputusan rapat harian PB HMI. Mereka, dalam keterangan tertulisnya meminta agar PB HMI melalui Respiratori Saddam Al Jihad, segera menganulir hasil keputusan rapat harian PB HMI yang diduga melanggar konstitusi itu.

Selain meminta Ketua Umum PB HMI bersikap tegas, melalui Bidang Aparatur Organisasi, Rahim Key, mereka juga meminta agar segera mempertimbangkan hasil rapat harian tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi belum dapat menghubungi Ketua Bidang Aparatur Organisasi, Rahim Key, dan Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad. Saat Redaksi mencoba mengkonfirmasi Ketua Umum PB HMI, Ia memblok aplikasi Whats App dan nomor teleponnya tidak aktif. (Haji Merah).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru