oleh

Warga Khawatir Banjir, Sampah Kayu Kembali Banjiri Sungai Cikeas Lebih Banyak Lagi

BEKASI, Kicaunews.com — Setelah berhasil mengangkat gunungan sampah di Bendung Koja pada Rabu (14/11/18), Komunitas Peduli Sungai  Cileungsi-Cikeas (KP2C) bersama elemen masyakarat kembali menemukan gunungan  sampah yang lebih  besar di  aliran sungai Cikeas, Kota Bekasi, Jawa  Barat.

“Volumenya sangat besar, lokasiya sekitar  600 meter ke hulunya bendung Koja, Jatiasih Bekasi. Persisnya di samping perumahan Puri Nusaphala, Jatiasih,” beber Puarman, Ketua KP2C di lokasi penemuan, Jumat (16/11/18).

Puarman memperkirakan  ada 1.200 meter kubik sampah menumpuk di aliran sungai Cikeas, sebagian berupa bambu. Jika tidak segera diangkat, dikhawatirkan bambu-bambu tersebut akan hanyut ke bendung Koja dan menyumbat aliran sungai Cikeas.

Kondisi itu dikhawatirkan warga lantaran bisa berpotensi menyebabkan banjir di empat perumahan. Kompleks perumahan yang berpotensi banjir itu adalah Vila Nusa Indah 3 (Bogor),  Vila Mahkota Pesona (Bogor), Puri Nusaphala (Bekasi), dan Perumahan Mandosi (Bekasi).

Puarman mengatakan, KP2C telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk segera membersihkan tumpukan sampah tersebut. Pihak yang terlibat terdiri atas KP2C, PJT 2 Bekasi, Pasukan Katak DLH Bekasi dan RT/RW Kel Jatiluhur, Jatiasih.

Menanggapi kondisi tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfi sangat responsif dengan kejadian itu. Lutfi langsung mengirimkan 18 orang pasukan katak untuk ikut terlibat membersihkan gunungan sampah tersebut.

“Kepala DLH Bekasi berencana mau turun langsung ke lokasi. KP2C mengapresiasi langkah tersebut,” ujar Puarman.

Sementara Lurah Jatiluhur,  Soviah, memberikan apresiasi kepada  KP2C karena telah menginisiasi dan mengkoordinir pembersihan ini,” tutur Puarman.

Dalam kegiatan bersih-bersih itu, warga tampak antusias menyambut tim bebersih, dan berencana melakukan kerja bakti serentak Sabtu 17 November dan Minggu 18 Nebember 2018 Besok. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru