oleh

Teganya!!! Mantan Kepala BPBD Korupsi Beras Bencana Kini Ditahan Kejaksaan

BEKASI, Kicaunews.com – Kejaksaan Negeri Bekasi membongkar kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang terjadi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi.  Tiga orang itu termasuk mantan Kepala BPBD Kota Bekasi tahun 2016 – 2017, berinisial HI.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Bekasi, Gusti Hamdani mengatakan, selain HI, dua orang lainnya ialah staf dan Pekerja Harian Lepas (PHL) di BPBD Kota Bekasi yang berinisial FT dan AD.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, ketiga orang tersebut saat ini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bulak Kapal yang berada di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

“Sudah ditetapkan jadi tersangka kemarin tanggal 13 (November),” kata Gusti saat dihubungi awak media, Rabu (14/11).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi, Hermon Dekristo mengungkapkan, dua tersangka yakni AD dan FT ditahan oleh pihak Kejaksaan setelah pemeriksaan intensif selama dua minggu setelah menemukan bukti-bukti terkait kasus tersebut.

“Para tersangka yakni FT dan AD terbukti memalsukan surat dari Wali Kota Bekasi kepada Bulog untuk permintaan bantuan beras bencana ke Kota Bekasi, akhirnya pihak Bulog mengirimkan bantuan beras bencana sebesar 100 ton setiap tahunnya,” ujar Hermon, Rabu, (14/11/2018).

Dirinya juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru terkait kasus penyelewengan beras bencana yang ditaksir merugikan negara sekitar 1,8 Miliar rupiah tersebut, karena menurutnya pengembangan telah dilakukan oleh pihak penyidik.

“Tidak menutup kemungkinan kasus ini akan berkembang sesuai dengan fakta, dalam waktu dekat kami akan melakukan penggeledahan di tempat dilaksanakannya tindak pidana tersebut,” ujar Hermon Dekristo.

Di sisi lain, menurut nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya, modus operandi dua oknum tersebut dalam melakukan tindak penyelewengan beras bencana dengan menyuplai beberapa ton beras bencana ke toko kelontong dan penjual beras untuk meraup keuntungan pribadi.

Baca juga :  Perangkat Desa Kalijaran Maos Cilacap Pesta Ayam Rica-Rica, Malah Warga Sekitar Kehilangan Ayam

“Setahu saya, beras kiriman (Bulog) di-pool di beberapa gudang, lalu setelah disortir, beberapa ton disuplai ke penjual, untuk toko-toko mana saya kurang paham, tapi saya pernah dengar ada yang di Bekasi Utara dan Bantar Gebang,” katanya singkat.

Hermon menjelaskan, ketiga orang tersebut diduga melakukan tipikor dengan modus terjadi bencana alam di Kota Bekasi. Hal itu mereka lakukan untuk mengambil bantuan berupa beras dari Bulog.
Menurutnya, aksi tersebut telah dilakukan pada tahun 2016 sampai 2017.

Mereka membuat satu situasi seolah – olah ada bencana alam di Kota Bekasi, lalu dengan perbuatan tak manusiawi ini,  oknum ASN Kota Bekasi ini tega  mengambil beras yang ada di Bulog untuk dijual di toko kelontong,” paparnya.

Dirinya menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang ditetapkan.

“Yang pasti tiga orang itu yang kita tetapkan tersangka saat ini. Pasti (ada kemungkinan berkembang ke tersangka lain), semua serba kemungkinan,” tuturnya (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru