oleh

BMPS Kota Bekasi: Kenakalan Remaja Makin Memprihatinkan, Satgas Peduli Pendidikan Perlu Dibentuk

Bekasi, Kicaunews.com – Perhatian dan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap pencegahan agar tidak terjadinya kenakalan remaja masih dipandang sangat minim. Justru yang sering terjadi malah setelah peristiwa kenakalan remaja sudah terjadi, maka masyarakat dan pemerintah sibuk berstatmen dan ramai membahas.

Keprihatinan ini terlontar oleh Sekertaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly ketika ditemui kicaunews.com, Jumat (16/11/2018) di kantornya.

“Sangat disayangkan jika perhatian kenakalan remaja selalu menganggap yang bertanggungjawab terhadap persoalan ini ditujukan hanya ke pihak sekolah. Padahal dunia pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara sekolah, orangtua, masyarakat dan pemerintah,” terang Ayung yang juga Kepala Sekolah SMK Bina Karya Mandiri (BKM) 2 Rawalumbu, Kota Bekasi.

Lebih lanjut Ayung menghimbau agar orangtua dan masyarakat ikut peduli terhadap dunia pendidikan terutama diluar jam sekolah, terutama jika kedapatan melihat para pelajar sedang berkumpul di warnet, Play Station dan tempat tongkrongan yang mencurigakan dan berpotensi terjadinya tawuran dan tindak kriminal lainnya.

“Pembentukan satuan tugas (Satgas) peduli pendidikan harus ada khususnya di Kota Bekasi yang beranggotakan pihak sekolah, orangtua, ormas dan penegak hukum. Satgas ini nantinya bertujuan memberikan edukasi dan pembinaan sehingga mampu mencegah terjadinya kenakalan remaja,” beber Ayung.

Pembentukan Satgas Peduli Pendidikan yang digagas Ayung ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinannya atas dunia pendidikan yang saat ini generasi mudanya tengah diserang dan terancam dari segala godaan narkoba, pergaulan seks bebas dan tawuran yang menjurus kearah kriminal.

Ayung berharap masyarakat bisa terlibat langsung mengawasi dan mencegah anak – anaknya terutama di luar jam sekolah, seperti yang baru saja terjadi menimpa pelajar SMK BKM 2, Senin (12/11/2018) yang terjaring dalam operasi cipta kondisi yang digelar Polrestro Bekasi Kota.

Baca juga :  Brimob Polda Jabar Berikan Fasilitas Wifi Gratis Lewat Program "BRAIN" Brimob Ramah Anak Indonesia

“Tanggungjawabnya sudah bukan lagi pada pihak sekolah tetapi tanggungjawabnya ada di orangtuanya dan masyarakat,” ungkap Ayung yang juga selaku Kepala Sekolah SMK BKM 2.

Namun begitu, pihak sekolah tetap peduli terhadap masa depan pelajar terutama yang hanya ikut – ikutan , kata Ayung ada sebanyak 6 pelajar yang dipulangkan.

“Selama ini pihak sekolah sudah tegas memberlakukan aturan jika pelajar terlibat secara sah narkoba, pencurian dan pergaulan seks bebas akan dikeluarkan dari sekolah dan bagi pelajar yang masih bisa diberikan pembinaan khusus, sekolah akan melibatkan peran ortu,” pungkasnya. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru