oleh

Leimena, M. Natsir dan Optimisme Kebangsaan Kita

KICAUNEWS.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyebut orang-orang yang rela berjuang dan berkorban bagi orang lain sebagai pahlawan. Pahlawan adalah orang-orang yang siap berjuang dan berbuat untuk kepentingan bersama. Mereka bekerja dengan ikhlas, bahkan terkadang mengorbankan kepentingan mereka sendiri.

Diera sekarang, pahlawan adalah orang-orang biasa yang melakukan hal yang luar biasa. Bisa saja seorang muda atau seorang tua, pedagang di pasar atau pengusaha, ibu rumah tangga atau pegawai di kantor. Mereka disebut pahlawan karena melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain, bahkan melebihi kapabilitasnya sendiri.

Sayangnya, di tengah kebutuhan kita akan pahlawan-pahlawan masa kini, ada saja orang-orang yang mengaku sebagai pahlawan namun justru membawa kesengsaraan dan memecah belah persatuan. Mereka berkostum pahlawan padahal sebenarnya merekalah musuh yang harus dilawan. Ada yang mengesankan dirinya sebagai penyelamat, nyatanya justru membawa mudarat.

Ada juga yang menunjukkan diri sebagai pembela keadilan, padahal mereka yang justru melakukan kesewenang-wenangan. Tidak jarang mereka juga menjadi pencuri yang bertopeng pahlawan. Bahkan ada yang menyebarkan kebohongan dan kebencian, bukannya kebenaran dan kebaikan. Untungnya, tidak semua orang mau menjadi penjahat berkedok pahlawan.

Ada lebih banyak rakyat Indonesia yang ingin menjadi pahlawan sejati, pahlawan yang ikhlas berjuang dan berkorban bagi kepentingan bersama. Sebagian di antara mereka sudah dan sedang melakukan tugas kepahlawanannya. Mereka melawan korupsi, menolak ketidakadilan, dan menentang intoleransi.

Mereka menyuarakan pentingnya etika, kejujuran, dan ketulusan. Mereka melindungi masyarakat tertindas. Mereka memikirkan nasib dan masa depan bersama, tidak hanya diri mereka sendiri. Mereka menjadi pahlawan sesungguhnya. Mereka melanjutkan jejak para pejuang yang rela berkorban demi kehormatan dan kemerdekaan rakyat dan bangsa Indonesia.

Mereka meneruskan perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang telah menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Mereka menjadi pahlawan yang dibutuhkan dan dirindukan rakyat. Namun kita butuh lebih banyak lagi pahlawan di berbagai bidang. Pemuda harus dapat menyiapkan diri untuk dapat menjadi pahlawan masa kini.

Pemuda harus belajar dari para tokoh kemerdekaan. Seperti Leimena dan M. Natsir yang bersahabat walaupun berbeda partai dan agama. Ataupun seperti tokoh-tokoh bangsa lainnya, yang walaupun berbeda pendapat di ruang-ruang publik, namun tidak saling menjatuhkan dengan menyebarkan kebohongan dan kebencian.

Pada era medsos ini, pemuda harus jeli dan cerdas melihat siapa tokoh publik dan elit politik yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan ataupun yang berkedok pahlawan. Kata kunci karakter pahlawan adalah menjaga persatuan dan kesatuan, menunjukkan optimisme dan semangat positif, bukannya pesimisme dan hal-hal negatif.

Mengutamakan kepentingan bersama, bukan kelompok ataupun pribadi, dan paling utama, pahlawan adalah orang-orang yang berintegritas, tidak hanya berjanji, namun juga membuktikan. Kata-kata dinyatakan melalui tindakan. Itu adalah sosok pahlawan masa kini. (HM).

Sahat Martin Philip Sinurat
Penulis Adalah Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Provinsi Riau

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru