oleh

Anggota personil dari Polsek Batu ceper mengawal dan ikut mengamankan jalannya aksi damai dari gerakan buruh Tangerang bersatu

TANGERANG KOTA, KICAUNEWS.COM – Aktifitas yang di lakukan oleh gabungan beberapa para aliansi buruh yang tergabung di dalam gerakan buruh Tangerang bersatu yang beranggotakan massa Kasbi Banten, FSP KEP, SPSI Arcadia batu ceper, FSP LEM SPSI, FSP FARKES REF, KSPI, K SPSI 1973, FSPMI – KSPI, FKBLP, SBGTS, GSBI, FSBM, DAN GASPERMINDO yang dimana total massa aksi yang melaksanakan aksi pada hari ini sebanyak 500 orang, untuk penanggung jawab aksi damai gerakan buruh Tangerang bersatu di pimpin oleh bapak Maman Nuriman.

Adapun Anggota personil dari Polsek Batu ceper telah mengawal dan ikut mengamankan jalannya aksi damai dari aliansi buruh Kabut bergerak di dalam mensosialisasikan dan memperjuangan tuntutan kaum buruh di dalam kenaikan UMK upah buruh di tahun 2019, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (8/11/2018) pukul 10.00 Wib di titik kumpul di depan PT. Indofood JL.Daan Mogot Km.19 Kelurahan kebon besar Kecamatan Batu Ceper Kota Tangerang dan aksi damai tersebut telah terlaksana dengan aksi berkeliling di wilayah batu ceper dengan menghimbau kepada para karyawan perusahaan yang sedang bekerja untuk mengajak dan mengikuti aksi damai pada hari ini, Menurut hasil survey para buruh mereka memberikan tuntutan yang di dapat hasil rata-rata masing-masing pekerja di dapat sebesar kurang lebih Rp. 4.505.312,- untuk menjadi UMK Kota Tangerang tahun 2019 setelah berputar keliling wilayah batu ceper maka rencana aksi akan bergerak ke kantor pusat pememerintah kota Tangerang. Setelah berkumpul massa aksi buruh tersebut maka para massa buruh langsung melakukan aksi dengan cara berorasi dengan menggunakan pengeras suara di atas mobil komando dan langsung mensosialisasikan dan memperjuangkan maksud dan tujuan dan memberikan pemberitahuan tentang kenaikan tentang upah buruh yang khususnya di wilayah Kota Tangerang.

Baca juga :  Danramil 07/Kb Giat Menyadarkan Masyarakat tentang Sejarah Lewat Film G30S/PKI

Untuk tuntutanya para kaum buruh dalam aksi damai tersebut kepada pihak pemerintah provinsi banten adalah :
1. Berlakukkan kenaikan UMK tahun 2019 agar di tetapkan berdasarkan komponen hidup layak (KHL) sesuai hasil survey pasar sebesar 25,77 % dari upah tahun 2018 yaitu sebesar Rp.4.505.312,-.
2. Abaikan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan, karena isinya tidak melindungi kepentingan kaum buruh dan hanya melegalkan politik upah murah yang memiskinkan kaum buruh di provinsi banten.

Adapun untuk rute Rute: Start Titik kumpul depan PT.Indofood Jl. Daan mogot Km.19 Kelurahan kebon besar kecamatan kota Tangerang – Jl. Daan mogot – berputar arah menuju Jl. Yos Sudarso- Bojong- Jl. Halim perdana kesuma- Jl. Garuda- Jl.Pembangunan I, II- pertigaan samping metta medika- Jl. Leo Baru/Jl. Buroq – JL.Agus Salim dan terakhir menuju ke Kantor Pusat pemerintahan Kota Tangerang. Untuk situasi pengamanan dan pengawalan terhadapa aksi damai tersebut terpantau bahwa dilaporkan aman dan kondusif.

Untuk pengamanan di lokasi di pimpin langsung oleh bapak Kapolsek Batu Ceper Kompol Hidayat Iwan Irawan, SH, MA dengan beranggotakan sekitar kurang lebih 30 orang personil dari polsek batu ceper dan di hadiri pula bapak Danramil batu ceper bapak Mayor ARM Bambang Haryanto beserta 10 orang personil dari koramil 02 batu ceper.

Sebelum melaksanakan pengamanan aksi buruh maka para anggota personil melakukkan apel terlebih dahulu untuk mendengarkan arahan dan himbauan dari bapak Kapolsek Batu Ceper, beliau memerintahkan anggota personilnya dengan mengatakan beberapa atensinya seperti ‘’ Kawal depan menggunakan KR.2 oleh Unit Sabhara, Bhabinkamtibmas kawal yang wilayahnya dilintasi massa, 4 anggota lantas untuk buka tutup jalan dan unit IK untuk penggalangan massa (Menempel massa jangan ada massa yg sweeping / masuk ke areal perusahaan), Reskrim dan anggota lainnya Apabila massa Unras provokatif agar seluruhnya merapat dan amankan pelaku, Unit intel intel IK dokumentasikan person-person massa yang provokatif, Unit Lantas lainnya untuk pencairan lalu lintas pasca melintasnya massa, bagi personil pengamanan dan pengawalan aksi unjuk rasa agar tetap humanis’’.(Tutur Hidayat Iwan Irawan)

Baca juga :  Pantai di ujung genteng tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah sukabumi

Eko/tris

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru