oleh

Workshop Pelatihan Dongeng di PRB

BEKASI, KICAUNEWS.COM – Sekitar 250 peserta yang merupakan guru PAUD/TK dan pelajar SMA begitu antusias mengikuti pelatihan Teknik Mendongeng dan Bercerita yang menghadirkan pendo ngeng Nasional Kak Rian hamzah,6/10

Ibu Hj Tety juniati,S.Pd,M.Pd selaku Kasi pengelolaan bahan pustaka dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab bekasi menuturkan, ” sebenar nya teknik mendongeng dan ber cerita yang baik itu sangat membantu para guru bahkan orang tua sebagai sarana mendidik dan membentuk karakter anak. “Awalnya memang banyak yang menyangka mendongeng itu sulit, lewat pelatihan para guru bisa cepat memahami dan rutin mem praktekkannya di sekolah,”ujar Hj Tety, saat kegiatan, di aula Kecamatan sukatani dalam rangka kegiatan Pekan Raya Bekasi (PRB) di lapangan Mini Kec sukatani, 6/10/18

Dia menuturkan, lewat dongeng dan cerita yang disampai kan dengan cara yang menarik lambat laun bisa mengajak anak mencari bahan bacaan cerita yang di sampaikan pendongeng maka jwngan segan ajak anak ke perpustakaan ajak membaca dan ceritakan pada mereka buku cerita itu dan karakter anak akan lebih baik dan meningkatkan kesadaran anak, dan mendorong daya imajinasi anak.

“Lewat dongeng dan cerita juga, cepat mendorong atau menumbuhkan minat membaca pada anak.
Karena kadang ada anak yang tak gemar membaca, namun setelah mendengar do ngeng atau membaca dongeng meningkat – kan rasa keingintahuan dan gemar membaca,” imbuhnya.

Sementara itu, Pendongeng Nasional Kak Rian hamzah mengatakan, masih banyak guru yang belum piawai bercerita, padahal itu menjadi salah satu keterampilan dalam mengajar.
Meningkatan kualitas guru jelas Kak Rian, tak hanya didapat melalui ruang formal saja namun da pat melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas guru. “Pentingnya belajar metode bercerita ini adalah agar apa yang disajikan dapat lebih menarik sehingga anak-anak dengan mudah mengikuti alur cerita dan labih jauh dapat menerima pesan yang kita sampaikan lewat dongeng dan cerita,”kata Anggota Gerakan Para Pendongeng Kemanusiaan( GePPuK) yang baru pulang dari Palu lokasi bencana tersebut.

Baca juga :  PERINGATAN MALARI 2017 AMANKAN JOKOWI DARI AHOK

Dia menambahkan, seorang guru sebelum memulai bercerita perlu berlatih dengan rutin agar memiliki kemampuan yang baik. Seperti olah vokal, olah ekspresi, olah tubuh, danlainnya. “Selain dengan musik atau lagu, juga bisa menggunakan alat peraga seperti boneka, buku, wayang, dan lainnya. Saat bercerita pun perlu dibangun suasana akrab, misal dengan games, nyanyian lagu, dan ajak anak melatih kekompakan. Peserta pun di bikin terhibur dengan aksi Kak Rian dan Kang Cepot dalam bercerita.

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru