oleh

Perempuan dan Pencegahan Narkoba Untuk Keluarga

Foto Ilustrasi

KICAUNEWS.COM – Narkoba menjadi momok paling menakutkan. Momok ini lebih menakutkan dari pada  pembunuhan dan peperangan yang siap menjangkit siapa pun dan dimana pun. Menurut data tahun 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN), 3,5 juta penduduk Indonesia telah menjadi penyalah guna barang haram tersebut, bahkan 1 juta diantaranya dikategorikan sebagai pecandu.

Melihat data diatas, kondisi tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan dari sekian banyak penyalahguna narkoba, mayoritas penyalah gunanya adalah generasi muda di usia produktif, sekitar 16  28 tahun. Begitu jahatnya narkoba, hampir setiap tahun kasus kematian diakibatkan narkoba terus meningkat.

Menurut Rachim (Baca: Afiatin, 2008: 9, dalam Anggreni, 2015) ancaman penyalahgunaan narkoba bersifat multi dimensional meliputi, kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan, kemanan dan penegakan hukum. Pada dimensi kesehatan, penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan dan merusak kesehatan manusia, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani.

Dimensi ekonomi diketahui masalah ini  menghabiskan biaya besar dalam pemulihannya. Dari dimensi sosial dan pendidikan dapat menyebabkan perubahan ke arah perilaku asusila dan anti sosial. Sedangkan dari dimensi keamanan dan penegakan hukum dapat mendorong terjadinya tindakan-tindakan yang mengganggu masyarakat dan pelanggaran hukum lainnya.

Peran Ibu dalam pencegahan narkoba untuk keluarga

Negara dan masyarakat harus saling bekerjasama mencari solusi terkait permasalahan darurat narkoba. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam hal ini karena butuh perjuangan dari berbagai kalangan, salah satunya dari keluarga.

Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama bagi manusia, tentunya bagi seorang anak. Hal ini menuntut peran besar Ayah dan Ibu dalam mendidik dan memberikan pola asuh yang baik agar anak mendapatkan perkembangan lahir batin yang baik pula.

Ibu berperan penting seperti halnya Ayah dalam pengasuhan. Ungkapan populer Arab mengatakan bahwa perempuan adalah sekolah pertama bagi anak- anaknya. Perempuan menjadi titik tumpu dalam mendidik, merawat dan memberikan berbagai pengetahuan tentang banyak hal, selain memberikan kasih sayang dan cinta yang tiada tara. Tapi tetap diingat bahwa Ayah perlu untuk berperan aktif dalam pengasuhan.

Ibu harus peka dengan kondisi psikologis anak. Narkoba kerap menjadi salah satu bahan pelarian akibat permasalahan dalam keluarga. Penting bagi seorang Ibu untuk menanamkan nilai- nilai baik pada anak, dan memberikan edukasi bahaya narkoba sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak.

Hal ini diharapkan dapat menjauhkan anak dari narkoba. Lahirkan aturan keluarga yang diterapkan dengan konsisten pada anak. Sebab, anak membutuhkan kontrol dari keluarga secara konsisten sekaligus kasih sayang dalam komunikasi maupun sentuhan fisik.

Ibu dengan kepekaannya tersebut perlu memahami apa yang dibutuhkan anak untuk perkembangan fisik, kognitif dan emosinya. Ibulah yang dapat berperan menjembatani hubungan anak dengan Ayah apabila ternyata terjadi kesenjangan komunikasi antara mereka.

Kerap terjadi, anak yang mengalami masalah narkoba ternyata disebabkan hubungan yang kurang harmonis dengan Ayah yang kerap lebih memilih komunikasi berjarak dengan anak. Padahal, pada masa remajanya, justru anak membutuhkan kedekatan dengan Ayah yang dianggap figur disegani dan menentukan dalam keluarga.

Dalam tesisnya, Sylvester (2010) menemukan bahwa anak laki-laki yang tidak memiliki figur ayah kerap menemukan banyak tantangan dalam perkembangannya, sehingga menjadikan mereka harus berurusan dengan masalah-masalah kedisiplinan di sekolah.

Disinilah Ibu dengan segala kepekaan dan empatinya berperan untuk bisa mendekatkan Ayah dan anak dalam komunikasi yang lebih nyaman. Peran Ibu begitu penting dalam perkembangan anak di zaman yang terus berubah ini. Ibu bagaikan rumah tempat bernaung dan bermandikan kasih sayang.

Akan tetapi Ibu juga perlu menerapkan kontrol yang konsisten dengan aturan-aturan yang jelas pada anak sekaligus jembatan antara kebutuhan anak dengan lingkungannya demi menciptakan generasi yang unggul, cerdas, berakhlak baik dan selalu mengedepankan nilai positif dalam pencegahan hal- hal yang tidak baik, terutama narkoba.

Tia Rahmania, M.Psi, 
Penulis Adalah Psikolog dan Akademis

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru