oleh

Kelompok Cipayung Plus, Apresiasi Langkah Menristekdikti Terbitkan Permen No 55/2018

KICAUNEWS.COM – Perjuangan kelompok Cipayung Plus mencabut SK Dirjen DIKTI Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 Tentang Pelarangan Organisasi Ekstra kampus atau Partai Politik Dalam Kehidupan Kampus, telah mencapai pada garis perjuangan yang baru.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Demisioner, Sahat Martin Philip Sinurat menyusul dengan telah diterbitkannya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

“SK Dirjen Dikti tersebut yang merupakan kelanjutan dari NKK/BKK di masa Orde Baru dan selama ini membuat dikotomi terhadap organisasi ekstra kampus sudah tidak berlaku lagi dengan lahirnya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018.” Kata Sahat, Selasa (30/10) dalam keterangan tertulis.

Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 itu ditandatangani langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Hal ini dilakukan Nasir sebagai bentuk legalitas aktivitas bagi Kelompok Cipayung Plus berwujud UKM Pembinaan Ideologi Bangsa.

Menurut Sahat, Kelompok Cipayung Plus selama bertahun-tahun konsisten menyuarakan soal pencabutan SK Dirjen Dikti tahun 2002, dalam dua tahun terakhir ini. Sahat menjelaskan, organisasi Cipayung Plus telah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah.

“Dalam dua tahun terakhir, setiap organisasi Kelompok Cipayung Plus menyampaikan pandangan tersebut kepada Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Kepala Staf Presiden, Menristekdikti, Menpora, dan berbagai stakeholder lainnya.” Jelas Sahat.

Ia menilai, dalam momentum 90 tahun Sumpah Pemuda tahun 2018, perjuangan itu telah mencapai ujung tombak. Tentu saja, sambung Sahat, ini adalah sejarah baru bagi Kelompok Cipayung Plus.

“Kelompok Cipayung Plus diberikan tanggung jawab untuk menjadi pengawal ideologi Pancasila dalam UKMPIB. Ini adalah masa depan kita bersama para mahasiswa dan pemuda Indonesia, untuk menyiapkan peradaban Indonesia yang lebih baik menuju 100 tahun Indonesia pada tahun 2045 mendatang.” Kata Sahat.

Baca juga :  Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Upacara HUT RI ke 75 Tahun 2020 Di Kab. Karawang

Seperti diketahui, Kelompok Cipayung Plus terdiri dari HMI, GMKI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, KAMMI dan organisasi lainnya. Dengan telah diterbitkannya Permenristek No 55 Tahun 2018 tersebut, Kelompok Cipayung Plus mendapatkan tugas dan tantangan baru, untuk melakukan pembinaan Ideologi Pancasila dan peningkatan kualitas kepemimpinan kepada mahasiswa di Indonesia. (Haji Merah)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru