oleh

Perempuan Dalam Psikologi Keluarga

KICAUNEWS.COM – Penelitian terbaru tentang keluarga mendefinisikan konsepnya sebagai lingkungan istimewa pembentukan kepribadian, oleh karena itu, keluarga memiliki peran mendasar dalam perkembangan balita dan remaja (Berry,Kagitçibasi, Georgas, Poortinga, & Van de Vijler, 2006; Relvas & Vaz, 2007, dalam Figueiredo & Dias, 2012).

Keluarga merupakan tempat dimana pertama kali individu mendapatkan pendidikan, pengalaman interaksi, dan lainnya. Keluarga memberikan dasar terbentuknya karakteristik tertentu seorang individu.

Lewat keluargalah,  individu mendapatkan pengaruh yang bisa dirasakan dengan kuat. Karena keluarga, merupakan sebuah sistem yang selalu berperan dalam setiap tumbuh kembang individu. Oleh karenanya, keluarga merupakan sistem terbaik dimana setiap individu dibentuk pada awalnya.

Konsep keluarga dalam era modern ini telah mengalami evolusi dan perubahan, baik terkait kondisi diferensiasi seksual, faktor biologis, dan fungsi pria dan wanita baik secara simbolik maupun dalam hal-hal yang menjadi larangan. Semua ini terjadi karena adanya evolusi sosial.

Perubahan-perubahan ini akan memiliki dampak dalam struktur keluarga juga seperti dalam fungsinya (Bayle, 2005, dalam Figueiredo & Dias, 2012). Selama waktu yang lama sebelumnya anak menempati tempat kedua, akan tetapi semakin kemari anak-anak memegang posisi penting dan menjadi perhatian di dalam  keluarga.

Jika dikaitkan, keluarga dengan psikologi tidak pernah bisa dipisahkan. Psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia. Dalam beberapa hal psikologi selalu disandingkan dengan keluarga.

Psikologi keluarga adalah bidang yang kompleks, karena mencakup perspektif tentang bagaimana hubungan terbentuk dan berkelanjutan dari waktu ke waktu, perspektif budaya tentang bagaimana masyarakat dan tradisi mempengaruhi hubungan.

Persinggungan perbedaan individu dan hubungan sosial, dan mempraktekkan komponen-komponen yang memberi pengaruh perubahan yang nyata dan berarti dalam hubungan pasangan, orang tua, dan keluarga.

Baca juga :  Syamsuddin Haris : Reshuffle Keniscayaan Membuat Pemerintahan Efektif

Singkatnya, psikologi keluarga merupakan pandangan tentang bagaimana psikologi diterapkan dan mempunyai pengaruh terhadap keluarga ataupun tiap individu yang ada didalamnya.

*Peran Keluarga*

Apabila ingin menjadikan individu yang tangguh, pembinaan keluarga dilakukan terus menerus sepanjang jalur kehidupan berkeluarga. Karena pendidikan awal tentang budi pekerti, tata krama, agama, kehidupan sosial, dan lainnya didapatkan didalam keluarga untuk mencapai generasi yang berkualitas dengan penuh tanggung-jawab, memiliki perilaku positif dan berdampak baik pada masyarakat, dan mampu menjadi penerus yang baik.

Proses pembentukan karakter dan perilaku tersebut menghadirkan unsur psikologis yang selalu diperhatikan. Setiap tahapan tumbuh kembang dan setiap ajaran atau didikan keluarga akan memunculkan respon individu berupa penerimaan, penolakan, keraguan, dan lainnya serta pengaruh lingkungan dan kelompok di luar keluarga seperti teman bermain juga mempengaruhi proses tersebut.

Oleh karena itu, orang tua mempengaruhi anak-anak dan anak-anak juga mempengaruhi perilaku dan pendidikan yang diberikan orang tua. Dinamika keluarga juga berubah dengan evolusi yang terjadi pada para anggotanya (Shaffer, 2005, dalam Figueiredo & Dias, 2012). Maka dari itu pentingnya psikologi keluarga untuk bisa memahami respon dan tumbuh kembang anggota keluarga.

Psikologi keluarga baik untuk diketahui, dipahami, dan diaplikasikan pada keluarga atau individu dalam keluarga. Psikologi keluarga diperlukan oleh semua anggota keluarga dan memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai bekal untuk mengendalikan, memprediksi dan memahami perilaku anggota keluarga.

Selain itu, untuk memahami interaksi, keinginan atau karakteristik masing masing anggota keluarga, psikologi keluarga mempunyai peranan penting dalam hal tersebut. Terlebih untuk sebuah pola pikir dasar yang dimiliki, sangat terpengaruh dari seperti apa keluarga tersebut mengajarinya.

Peran Ibu Dalam Keluarga

Ibu memiliki peran penting di dalam keluarga. Peranan  penting ini tergambar dalam penelitian Adda, Bjorklund & Holmlund (2011) yang menyatakan ketika seorang Ibu meninggal maka baik anak perempuan dan anak laki-laki akan terputus keberlanjutan sekolahnya secara signifikan, berbeda bila ayah yang meninggal karena hanya akan mempengaruhi anak laki-lakinya.  Ibu pun diyakini memiliki peran penting dalam memastikan kondisi kesehatan keluarga, khususnya terhadap anak-anaknya (McGuigan, 2012).

Baca juga :  Kiara Gelar Simposium dan Festival Perempuan Nelayan Indonesia

Dengan demikian, perlu diperhatikan status emosi ibu karena sangat mempengaruhi kesejahteraan emosional keluarga secara keseluruhan. Sebab, peran ibu bukan hanya mengurusi anak, suami dan seluruh urusan rumah.

Peran yang luar biasa dari seorang ibu dalam keluarga tentu saja bukan hal mudah dilakukan. Bahkan, hal itu menjadi sumber stres bagi seorang ibu. Oleh karena itu, seorang ibu memerlukan apresiasi diri atau self-appreciation untuk selalu bahagia dan sejahtera secara emosional. Ibu perlu menempatkan kondisi psikologis dirinya sama penting dengan kondisi psikologis anggota keluarganya yang lain.

Hal ini penting untuk mendukung kesehatan mental yang positif dalam keluarga. Corporate Communications Manager Fonterra Brands Indonesia, Andriani Ganeswari, mengatakan, penelitian Fonterra menunjukkan, sebagian besar perempuan menempatkan kesehatan diri mereka sendiri di urutan dua terbawah dari lima prioritas hidup, dimana mereka lebih berkonsentrasi kepada kesehatan dan kesejahteraan anggota keluarga mereka.

Dari sini bisa disimpulkan, bahwa seorang ibu rela melakukan segala hal demi membahagiakan keluarga. Tingkat kepekaan dan empati luar biasa akan ditunjukkan oleh seorang ibu dalam menjalankan keberlangsungan sebuah keluarga.

Mendidik perempuan adalah sama halnya mendidik generasi bangsa kedepan. Oleh karenanya, kualitas baik tidaknya seseorang anak sangat tergantung dari seberapa pintar ibunya dalam menumbuh-kembangkan anak tersebut. Merawat perempuan sama halnya merawat harapan bangsa. Karena baik tidaknya bangsa ini kedepan, berbanding lurus dengan para perempuan Indonesia sekarang.

Baik perempuannya, baik juga anak-anaknya. Oleh karenanya, sudah barang tentu, dalam meningkatkan mutu dan kualitas perempuan adalah lewat pendidikan. Dengan pendidikan yang baik dan benar, perempuan akan semakin mengerti dan peka terhadap tugas besar yang secara alamiah ia emban sedari lahir.

Meningkatkan pendidikan dan kualitas perempuan Indonesia, sudah secara otomatis hal itu meningkatkan kualitas bangsa. Karena masa depan bangsa ini ada pada kita, seluruh perempuan Indonesia. (Haji Merah).

Baca juga :  Silaturahmi BNN dan Dialog Interaktif Ormas/ LSM Penggiat Anti Narkoba

Tia Rahmania, M.Psi.,
Penulis Adalah Akademisi dan Juga Psikolog

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru