oleh

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Tanoto Foundation Terapkan Metode MIKIR

KICAUNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, banyak metode pendekatan belajar mengajar yang dapat diterapkan di berbagai sekolah. Dalam merespon hal itu, Tanoto Foundation memberikan metode pendekatan belajar mengajar, MIKIR yaitu mengalami, interaksi, komunukasi, dan refleksi.

Pendekatan belajar mengajar MIKIR ini dilakukan Tanoto Foundation kepada pendidik di 24 sekolah, yang menjadi mitranya di Balikpapan. Pendekatan itu mendapatkan antusias dari para pelajar, salah satunya pelajar di MTs 1 Negeri Balikpapan.

“Biasanya kami diajar dengan cara monoton, para guru banyak ceramah. Kali ini pembelajarannya sangat asik, sangat menyenangkan dan kami jadi lebih mengetahui materi yang dibawakan,” kata salah satu siswi kelas tujuh bernama Apriliani.

Informasi, metode belajar mengajar dengan pendekatan MIKIR ini dilakukan oleh tim guru, yang terdiri dari Tuti Lestari dan Yayu Mahmudah. Adapun pendekatan ini dilakukan dengan tujuan, untuk mendorong siswa bisa mencapai kompetensi dasar.

Pendekatan belajar mengajar ini dilakukan secara kelompok maupun individu, yang lebih mengedepankan penukaran gagasan dan pengetahuan lewat diskusi, kunjung karya dan persentasi.

Rasa antusias juga datang dari siswa bernama Ridho, yang juga merasa senang dengan metode pendekatan belajar mengajar MIKIR tersebut. “Belajar dengan bermain membuat saya sangat bersemangat,” kata Ridho.

Senada, Guru MTs Negeri 1 Balikpapan, Sri Rezeki menambahkan, metode MIKIR yang saat ini digunakan, memang sangat efektif untuk diterapkan.

Ia menjelaskan, metode ini membuat pelajar menjadi terlibat dan aktif. “Kalau pembelajaran dengan metode ceramah, siswa biasa mengantuk, sering bosan,” tambah Sri Rezeki.

Senada, Pengawas dari Kementerian Agama, Nurul Huda di tempat terpisah mengatakan, pihaknya sangat antusias. Sebab, kata Huda menambahkan, dari dulu metode dan model pembelajaran selalu ceramah.

Baca juga :  Kapolda Jabar, Rakernis Merupakan Sarana Untuk Mengevaluasi Kinerja Fungsi Sabhara

“Dulu kami mengajar dengan model begini; apapun materinya, metodenya tetap sama yaitu ceramah. Pengalaman ini luar biasa bagi saya,” tambah Nurul Huda kepada redaksi. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru