oleh

Program PINTAR Dinilai Bisa Buat Siswa Kritis dan Terampil

KICAUNEWS.COM – Program PINTAR Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Tanoto Foundation yakni, Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi disingkat MIKIR, sampai saat ini terus disosialisasikan ke beberapa daerah.

Sosialisasi program ini, dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk dapat, meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebanyak 176 peserta terdiri dari dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dari Kalimantan Timur dan Jawa Tengah, mengikuti pelatihan fasilirator daerah, di Hotel Best Western Solo Jawa Tengah.

Dalam pelatihan itu, para peserta diperkenalkan dengan metode belajar MIKIR. Metode pembelajaran ini diyakini dapat dan mampi membangkitkan siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan.

Provincial Coordinator Program Pelita Pendidikan untuk Kaltim, Affan Surya mengatakan, saat ini para siswa harus memiliki karakter dan keterampilan. Ia mengungkapkan, pada abad 21 ini, siswa harus bisa kreatif dan inovatif.

“Siswa harus memiliki karakter dan keterampilan, pada abad 21 ini, siswa harus kreatif dan inovatif, mampu bekerja dalam tim yang semakin multikultur, berpikir kritis dan mampu mengolah dan memanfaatkan limpahan kekayaan informasi untuk kehidupan sosial dan ekonomi,” kata Affan.

Untuk dapat menjalankan metode MIKIR ini, para guru harus bisa mengintegrasikan masing-masing kategori tindakan, terutama dalam membuat skenario pembelajaran.

“Jadi pembelajaran itu harus ada skenarionya. Itu seperti membuat film. Kalau tidak bagus skenarionya,  pembelajaran  menjadi tidak menarik bagi siswa. Tidak tercapai tujuannya. MIKIR memudahkan guru membuat skenario tersebut,” kata Affan.

Dengan adanya metode MIKIR dalam sistem pembelajaran, Ia berharap, para guru di sekolah tidak hanya memberikan ceramah dalam setiap melakukan pengajaran di sekolah.

“Pembelajaran dengan ceramah mematikan kesempatan siswa memiliki karakter dan keterampilan. Siswa harus daiajak terlibat dalam menemukan pengetahuan, sering berdiskusi agar tumbuh kemampuan bekerjasama dalam tim untuk memecahkan masalah,” kata Affan.

Baca juga :  Tanoto Foundation: Program PINTAR Dirancang Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senada, Direktur Program Pelita Pendidikan, Stuart Weston menambahkan, pihaknya berharap para guru yang mengikuti pelatihan tersebut, dapag menerapkan metode MIKIR di sekolahnya masing-masing.

“Buktikan di masing-masing sekolahnya agar menyempurnakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah didapat disini,” kata Stuart Weston. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru