oleh

Perempuan, Pembangunan dan Kesejahteraan Negara

KICAUNEWS.COM – Negara tidak mungkin sejahtera bila perempuan dibiarkan tertinggal, tersisih dan tertindas. Mengutip Vivekananda, negara dan bangsa yang tidak menghormati kaum perempuannya tidak akan pernah menjadi besar, baik di saat ini maupun di masa depan. (Baca: Darwin 2005).

Keberadaan perempuan ditengah masyarakat, tidak dapat luput dari berbagai sudut pandang dan juga yang menyertainya. Bisa jadi kebanyakan masyarakat mengartikulasikan perempuan berdasarkan sudut pandang, dari mulai ciri-cirinya, perannya dalam masyarakat, keluarga serta juga pendidikannya.

Dalam konteks pembangunan, keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak, dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Maka suatu negara tidak akan dapat sejahtera bila, sosok perempuan dibiarkan tertinggal, tersisih, dan juga tertindas.

Ada satu narasi yang menjadi dasar kenapa suatu bangsa dapat terjatuh secara drastis, diantaranya yaitu, masyarakat tidak melibatkan serta tidak memiliki rasa hormat pada perempuan, yang dalam hal ini dilukiskan sebagai sakti, atau secara umum adalah istri.

Menyertakan dan memberikan ruang pada perempuan dalam proses pembangunan, bukan berarti sebagai suatu tindakan, yang dipandang suatu humanisme belaka. Tetapi juga, memberikan peran pada perempuan dibidang pembangunan juga adalah salah satu tindakan mengangkat harkat dan kualitas perempuan itu sendiri.

Selain sebagai sosok seorang istri, perempuan juga dalam konteks pembangunan, diharapkan dapat aktif dalam suatu organisasi, dimana suami bekerja, karena status istri sebagai pendamping suami, dan menurut informasi seharusnya istri juga bisa turut menentukan kondisi suami.

Untuk dapat terlibat aktif dan ikut berpartisiapsi aktig dalam agenda mengawal pembangunan di masyarakat, sejatinya pendidikan bagi perempuan harus menjadi syarat mutlak. (Baca: Soedarsono 1986). Sociological Theory menjabarkan bahwa, meskipun personalia perempuan menjadi ukuran untuk menilai status perempuan dan laki-laki, secara sosiologis status perempuan dan laki-laki adalah sama. Hal ini juga selaras dengan yang telah dimaknai oleh alquran. (Baca: QS Annisa:134).

Baca juga :  Perempuan, Psikologi dan Ketahanan Keluarga

Dalam alquran dijelaskan bahwa, seorang laki-laki dan perempuan telah diberikan bekal, fitrah serta potensi yang sama. Misalnya dalam konteks penciptaan manusia, Allah tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Bila melihat penafsiran alquran itu, maka dalam hal ini, peluang perempuan untuk bisa berprestasi sangat terbuka lebar, dan sama halnya dengan laki-laki. Bahkan dalam ajaran Islam mislanya, nabi Muhammad saw sangat memuji perempuan Ansor, yang aktif bertanya.

Menurut Muhammad, seperti diceritakan, Ia mendoakan seorang perempuan tersebut, agar dirahmati karena perempuan Ansar tidak malu-malu mempelajari ajaran agama. Sementara itu, dalam kontek sumpah pemuda, sudah sejauh mana sosok perempuan dapat nembangkitkan semangat, untuk melek dan sadar akan pembangunan negara dan bangsa ?.

Sumpah Pemuda adalah momentum yang sangat berharga, sebab dalam momentum ini, kita dapat menentukan arah gerak maju dan mundurnya suatu negara dan kehidupan bangsa.

Aktifasi dan partisipasi perempuan dalam komunitas politik di Indonesia pada abad 21 ini, diakui atau tidak, telah mengalami peningkatan. Pada level politik lokal misalnya, terdapat beberapa figur perempuan yang sudah menunjukan bukti, bahwa perempuan di daerah mampuh memberikan kontribusi dalam peningkatan pembangunan, melalui partisipasinya dalam bidang politik dan pemerintahan.

Semua kebijakan yang telah ditentukan oleh perempuan dibidang politik pemerintahan, sejatinya telah banyak memberikan perubahan yang sangat berarti. Namun meskipun demikian, bagaimana dengan penguatan peran dan aktivitas keorganisasian sosial ?.

Pengembangan kualitas perempuan, terutama dibidang pengembangan wawasan, pengembangan kemampuan berorganisasi, serta pengembangan peran di masyarakat, juga tak kalah penting untuk dilakukan oleh perempuan.

Hal itu sangat penting dilakukan, dalam rangka membantu masyarakat menuju perkembangan pembangunan. Agar kehidupan dan perkembangan bangsa ini dapat berjalan dengan baik.

Baca juga :  17 Perempuan WNA Maroko Diamankan Karena Tidak Menunjukkan Dokumen Keimigrasian

Dalam mengambil semangat Sumpah Pemuda ini, penulis mengajak semua perempuan, untuk mari kita mulai berfikir, bergerak, dan berprestasi bersama demi bangsa. Selamat Hari Sumpah Pemuda, dari pemuda untuk bangsa. (Ed/Red. Haji Merah).

Syariafaeni Fahdiah,

Penulis Adalah Kohati di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Periode 2018-2020. Sekaligus Ketua Umum Kohati Cabang Ciputat Periode 2016-2017.

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru