oleh

Literasi Masyarakat Indonesia Rendah, Tanoto Foundation Berikan Startegi Membaca Senyap

KICAUNEWS.COM – Tingkat literasi masyarakat Indonesia, berdasarkan survei Most Literate Nation in The World sangat rendah. Berdasarkan survei tersebut, tingkat literasi masyarakat Indonesia berada pada peringkat ke 60 dari 61 negara yang diteliti. Survei itu dilakukan di Central Connecticut State University pada tahun 2016.

Dalam merespon hal tersebut, baik pemerintah pusat maupun daerah berusaha menggalakan program Gerakan Literasi Sekolah atau GLS. Dalam program ini, pihak sekolah perlu membuat program khusus membaca untuk semua siswa.

Spesialis Pembelajaran SD Tanoto Foundation, Khudori mengatakan, sekolag harus konsisten melakukan program membaca 15 menit, sebelum berlangsungnya pembelajaran di kelas. Program tersebut, kata Khudori, harus berjalan efektif.

“Agar kegemaran membaca itu tumbuh di kalangan siswa,  tentu saja kegiatan 15 menit tersebut  harus rutin dilakukan. Namun tak kalah penting juga adalah bagaimana menciptakan suasana  membaca yang menunjang,” kata Khudori kepada Jurnalis.

Ia menjelaskan, kalau pun sekolah melaksanakan program 15 secara konsisten, kalau tidak didukung penciptaan suasana membaca  yang menunjang, hasil program tersebut juga tidak maksimal.

“Kalau yang satu sedang berusaha konsentrasi membaca, sedang pelajaran lain malah menciptakan suasana yang rebut, tentu saja akan mengganggu konsentrasi siswa yang membaca tersebut,” jelas Khudori.

Informasi, Strategi membaca senyap hanya salah satu bagian dari pelatihan manajemen berbasis sekolah yang diorganisir oleh program PINTAR Tanoto Foundation pada 30 kepala sekolah dan pengawas sekolah mitra program.

Oleh karena itu, sambung Khudori, sekolah perlu menerapkan salah satu  strategi membaca  yaitu membaca senyap. “Artinya selama 15 menit tersebut, diusahakan semua siswa membaca dan gangguan suara diusahakan diminimalkan sedemikian rupa.” kata Khudori.

“Para siswa yang membaca, dengan cara ini, akan lebih konsentrasi dan  lebih bisa menyelami apa yang dibaca  yang pada akhirnya bisa menumbuhkan rasa senang dalam membaca, terutama terhadap buku-buku cerita,” ungkap Khudori menambahkan. (Haji Merah).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru