oleh

GMKI: Polisi Ikut Campur Soal Penutupan Tiga Gereja di Kota Jambi

KICAUNEWS.COM – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, segera mengavaluasi dan menon-aktifkan oknum aparat Kepolisian yang terlibat dalam penutupan dan penyegelan tiga Gereja di Kota Jambi.

“Kami meminta Kapolri, Bapak Tito Karnavian untuk segera menonaktifkan aparatnya yang turut serta dalam aksi penyegelan tersebut.” kata Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Korneles Galanjinjinay, Sabtu (20/10).

Selain menon-aktifkan, dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi, Ia juga meminta agar Kapolri segera mengevaluasi dan mengganti Kapolresta Jambi, yang dinilai membiarkan penyegelan tersebut.

Kapolri harus mengganti Kapolresta Jambi karena membiarkan penyegelan ini terjadi. Padahal seharusnya tugas kepolisian adalah melindungi hak beribadah setiap warga tanpa membedakan latar agamanya,” kata Korneles.

Seperti diketahui, penyegelan tiga Gereja tersebut juga selain menuai kecaman, juga ditindak lanjuti lewat aksi protes, di depan kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat dan kantor Mabes Polri Jakarta Selatan.

Dalam beberapa minggu ini, aktivis mahasiswa dari kalangan GMKI gencar menggelar aksi protes di Jakarta. Selain GMKI, elemen mahasiswa lainnya di kota Jambi juga melakukan aksi protes, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PMII, PMKRI, dan GMNI.

Penutupan Gereja itu juga, tidak hanya terjadi di kota Jambi, namun juga di Bogor dan Bekasi, diantaranya HKBP Filadelfia. Sekedar informasi, aksi protes mahasiswa dalam merespon penutupan tiga Gereja di kota Jambi itu dilakukan di Kota Jambi, Medan, Pekanbaru, Tondano, Manado, Makassar, dan Ambon. (Haji Merah).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru