oleh

Tiga Gereja di Jambi Disegel Pemkot, GMKI Demo Kemendagri

JAKARTA, KICAUNEWS.COM  – Penyegelan tiga Gereja GSJA, GMI, dan HKI  yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah di kota Jambi pada 27 September 2018, berbuntut panjang dan menuai reaksi keras dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.

Dalam beberapa minggu ini, secara serentak aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melakukan aksi unjuk rasa, meminta Pemerintah Daerah kota Jambi, segera mencabut penyegelan Gereja.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Korneles Galanjinjinay meminta kepada Kementerian Dalam Negeri ikut bertanggung jawab atas adanya penyegelan Gereja yang dilakukan Pemerintah Daerah di kota Jambi.

Menurut Korneles, penutupan tiga Gereja di kota Jambi itu bertentangan dengan konstitusi dan sangat berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan juga kehidupan beragama di Indonesia.

“Kementerian Dalam Negeri jangan membiarkan peraturan daerah ataupun kebijakan pemda yang inkonstitusional dan merugikan hak setiap warga negara.” kata Korneles, Jumat (19/10) dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan, Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini harus memberikan sanksi tegas kepada Pemerintah Kota Jambi. “Keputusan Pemkot Jambi itu diskriminatif dan Intoleran,” tegas Korneles.

Seperti diterangkan dalam keterangan tertulisnya, aksi serentak yang dilakulan GMKI disemua daerah, berlangsung damai. Aksi GMKI itu juga, tidak hanya dilakukan di depan kantor Kemendagri, tetapi juga dilakukan di depan Markas Besar (Mabes) Polri, Jl.Trunojoyo Jakarta Selatan.

Polisi Ikut Campur

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menilai, dalam hal penyegelan tiga Gereja di kota Jambi tersebut, juga, di dominasi oleh pihak kepolisian. “Kami meminta Kapolri, Bapak Tito Karnavian untuk segera menonaktifkan aparatnya yang turut serta dalam aksi penyegelan tersebut.” kata Korneles.

Tidak hanya itu, Korneles juga mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, segera mengevaluasi dan mengganti Kapolresta Jambi, yang dinilai telah membiarkan adanya penyegelan terhadap tiga Gereja tersebut.

“Padahal seharusnya tugas kepolisian adalah melindungi hak beribadah setiap warga tanpa membedakan latar agamanya,” tegas Korneles.

Sekedar informasi, gelombang aksi serentak GMKI diberbagai daerah itu juga, disambut baik oleh kelompok Cipayung Plus. Diantaranya, HMI, GMNI, PMII, dan PMKRI. Aksi solidaritas kelompok Cipayung itu dilakukan di kota Jambi, Medan, Pekan Baru, Tondano, Manado, Makasar dan Ambon.

Korneles menjelaskan, negara seharusnya hadir melindungi hak setiap warga negara. Ia juga meminta agar, negara tidak gentar dengan tekanan dari ormas Intoleran. “Pancasila harus dibumikan, tidak hanya kepada masyarakat, namun juga kepada pemerintah daerah dan juga aparat negara,” jelas Korneles. (Haji Merah).

Unjuk Rasa GMKI di Depan Kantor Kementerian Dalam Negeri.
Unjuk Rasa GMKI di Depan Mabes Polri
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru