oleh

SDN 3 Panyindangan Kulon Sindang Indramayu Diduga Pungli

Indramayu, Kicaunews.com – Lagi-lagi pungli dunia pendidikan diindramayu semakin tak terkendali baik dari tingkat SD, SMP, sampai sekolah menengah kejuruan, Dengan adanya sikap para oknum guru dan komite sekolah yang membuat aturan kebijakan sendiri dengan berbagai cara liciknya dengan alasan untuk memperbaiki siswa-siswinya supaya lebih akuntabel berkepribadian dan berpendidikan, Padahal yang namanya pungli itu berbentuk apapun caranya tetap aja disebut pungli dan tidak dibenarkan dengan alasan apapun.

SDN 3 panyindangan kecamatan sindang kabupaten indramayu, Karena keterbatasan dana perlu ditimbangkan matang-matang, Sementara dalam pantauan kicaunews patut dicurigai sebab SDN 3 panyindangan kulon ini sudah menyalahi aturan pemerintah, Dengan cara dan alasan sumbangan keharusan untuk pembangunan yang kiranya masih dibutuhkan sekolah.

Kepala sekolah SDN 3 panyindangan kulon ‘Waryadi sa’at temui diruangan kerjanya hari rabu tanggal (17/10/2018) jam 10:00 wib, Ia membenarkan sesuai dengan kesepakatan dan atas musyawarah komite dan orang tua murid bersedia menyepakati memberikan kesedia’an tersebut didasarkan hasil musyawarah yang membahas beberapa kegiatan dan pengada’an pemasangan pavling blok untuk halaman sekolah, Yang disertai dengan jumlah biaya yang dibutuhkan, Dengan hasil musyawarah tersebut sudah menemui titik temu pembicara’an tentang sumbangan untuk pembelian pavling blok per siswa masing-masing dipungut sebesar Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah), Karena sehubungan pemerintah belum mengucurkan dana sedangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah dan siswa perlu ditangani,

Ditambahkan “Bahwa sumbangan ini diharuskan karena kalau tidak secepatnya akan musim hujan lapangan halaman sekolah becek dan banjir, Perencana’an yang sudah kita buat di sepakati orang tua murid bersama pihak sekolah SDN 3 panyindangan kulon, Tentunya nanti buat kemajuan murid-murid kita juga supaya leluasa bisa buat kegiatan olah raga. Jumlah murid dari kelas satu sampai kelas 6 berjumlah 250 siswa, Dan perlu diketahui surat edaran emang atas nama komite yang lama bapak nurjahidin dan sekarang sudah diganti yang baru komitenya bernama nurjaya. Tandas WARYADI kepsek sdn 3 panyindangan kulon

Baca juga :  Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus dlDesa Partai Golkar Oleh Drs. H. Supendi, MSi

Orang tua murid berinisial ‘R” menyesalkan anaknya yang disekolahkan di SDN 3 panyindangan kulon, Terus terang atas edaran surat dari sekolah untuk musyawarah di gedung SD panyindangan pada tanggal 1 oktober 2018, Musyawarah yang membahas saya tidak pernah dipanggil itu cuma akal-akalan komite dan kepala sekolah aja kalau menurut kepala sekolah musyawarah dulu itu tidak, Saya orang miskin jadi terbebani lagi dengan adanya sumbangan tapi itu bukan sumbangan yang ikhlas saya rasa itu mengharuskan bayar kalau sumbangannya seikhlasnya ya tidak jadi masalah ini besar bagi saya yang miskin. Rp 150.000 Bagi saya itu terlalu membebani, Menurut saya apa tidak menunggu bantuan dari pemerintah aja” Jangan murid yang terus-terusan dibebani, Sumbangan ini itu bangun itu’ beli ini saya sebagai orang tua dengan penghasilan kecil merasa terbebani sekali. Tuturnya.

“Djaja DJ. Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten indramayu sa’at temui dikantornya “Ia mengatakan Saya merasa miris terhadap dunia pendidikan di Indramayu yang semakin menggurita saja, Tak mengindahkan situasi dan peraturan dari pemerintah, Se olah-olah merasa kebal dengan hukum segala hal yang berkaitan dengan pungutan banyak dilakukan berbagai modus hasil musyawarah menjadi dasar untuk mengelabui wali murid, Kalau bukti dan fakta dilapangan benar adanya maka saya sebagai ketua GNPK RI akan melaporkan tindakan Komite sebagai kepanjangan tangan Kepala sekolah kepada Yudikatif,Tegasnya. (MT jahol)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1 comment

  1. secepatnya Di usut, Karena Masalah ini sudah Berulang terjadi, Dan kami orang yg terbilang kurang Mampu mau tidak mau harus membayar Karena sekolah mewajibkan

Berita Terbaru